Permintaan Daging Ayam Merosot

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Ikatan Pedagang Tradisional Indonesia Abdullah Mansuri menyebut ada penurunan permintaan daging dan telur ayam sebesar 47 persen pada Ramadhan tahun ini. Ia menduga, kondisi tersebut terjadi karena sebagian masyarakat mengalihkan konsumsinya ke ikan dan tempe.

Abdullah menuturkan, harga rata-rata daging ayam dan telur masih tinggi di pasaran. Di pasar-pasar tradisional di Jakarta, menurut dia, daging ayam segar dijual di kisaran harga Rp 36-40 ribu per ekor. Sementara, telur rata-rata dijual dengan harga Rp 28 ribu per kilogram.

Menurut Abdullah, tingginya harga dua komoditas tersebut sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Ia memprediksi, harga daging ayam dan telur tidak akan turun banyak hingga Idul Fitri mendatang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengakui tengah terjadi gejolak harga untuk komoditas daging ayam segar dan telur. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena suplainya berkurang.

Karena itu, Mendag mengaku telah mengumpulkan perusahaan integrator untuk menyuplai ayam ke pasar-pasar rakyat di seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan pantauannya, harga ayam di Pasar Desa Adat Pecatu yang semula mencapai Rp 38 ribu per kilogram kini mulai turun di kisaran harga Rp 35-36 ribu per kilogram.

Menurut Mendag, secara umum harga bahan pokok di pasar pantauan BPS mengalami tren penurunan. Untuk komoditas beras misalnya, ia menyebut Perum Bulog juga terus melakukan operasi pasar sebagai upaya menurunkan harga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 2 =