Pawai obor Asian Games 2018 di Yogyakarta diawali dari Pagelaran Keraton Yogyakarta.

Obor Asian Games 2018 tiba di Kota Blitar, Jawa Timur tepatnya di makam presiden pertama Indonesia Soekarno, Jumat, setelah diberangkatkan dari Solo, Jawa Tengah. Obor sampai di makam Bung Karno pada pukul 13.08 WIB bersama rombongan yang dipimpin langsung Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani dan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir. Sebelum ke Blitar, obor terlebih dahulu mendarat di Bandara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, sekitar pukul 09.50 WIB.

Rombongan yang menjadi bagian dari Kirab Obor (Torch Relay) Asian Games 2018 itu disambut pejabat pemerintah kota dan kabupaten Blitar yaitu Wakil Wali Kota Blitar Santoso serta Bupati Blitar Rijanto. Selain itu juga ada pejabat kepolisian dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota dan Kabupaten Blitar.

Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh pertunjukan seni alat musik jimbe oleh 30 seniman dari kelompok Anoraga Percussion serta barisan pelajar Kota Blitar yang berbaris sambil mengibarkan Bendera Merah Putih di kedua tangan.

Ada prosesi khusus membawa obor ke Makam Bung Karno. Awalnya, obor Asian Games 2018 dibawa berlari oleh pihak INASGOC sekitar 100 meter sebelum memasuki gerbang makam.

Setelah itu obor diserahkan kepada atlet tenis meja Indonesia yang pernah tampil di Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol, Ling Ling Agustin.

Ling Ling kemudian meneruskan obor tersebut kepada Menko PMK Puan Maharani untuk selanjutnya dijalankan lagi ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Setelah itu, obor akan dibawa ke Malang untuk diarak keliling kota. Lalu, obor dibawa ke puncak Gunung Bromo dan diteruskan ke Probolinggo, Jawa Timur.

Sebagai informasi, pemilihan makam Bung Karno di Kota Blitar sebagai persinggahan obor api Asian Games 2018 karena presiden pertama Indonesia itu dianggap sebagai sosok utama suksesnya penyelenggaraan perdana Asian Games di Indonesia pada tahun 1962.

Bung Karno terlibat dari awal sampai selesainya Asian Games tersebut. Demi suksesnya Asian Games ketika itu Soekarno pun memprakarsai berdirinya kompleks olahraga di Senayan yang kemudian dikenal dengan nama Kawasan Gelora Bung Karno.

Demi Asian Games keempat itu pula, didirikanlah stasiun televisi pertama di Indonesia yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang pertama kali mengudara secara nasional pada 24 Agustus 1962, menyiarkan pembukaan Asian Games 1962.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

35 − 26 =