Pascagempa Solok, Pemkab Tetapkan 7 Hari Tanggap Darurat

Pascagempa Solok, Pemkab Tetapkan 7 Hari Tanggap DaruratIlustrasi (haluan)

 

 

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, akhirnya menetapkan status tanggap darurat pascagempa berkekuatan 5.4 SR yang membuat puluhan unit rumah porak-poranda, Sabtu (21/7). Status tanggap darurat diberlakukan selama 7 hari dan ditetapkan sejak Selasa (24/7).

Setidaknya, data sementara yang dirilis BPBD Kabupaten Solok, sebanyak 18 rumah rusak berat, 4 rusak sedang dan 69 rumah rusak ringan di tiga kecamatan terdampak diantaranya, Gunung Talang, Danau Kembar dan Lembah Gumanti.

“Masa tanggap darurat kita tetapkan selama satu Minggu, kalau memang masih dibutuhkan nantinya akan kita perpanjang,” kata sekretaris yang juga Plt Kalaksa BPBD kab. Solok, Edwar menjawab Haluan melalui telponnya, Rabu (25/7).

Terpisah, Bupati Solok menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Solok menganggap penanganan bencana pascagempa membutuhkan dukungan dari pusat seperti BNPB, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan.

“Penetapan status tanggap darurat itu dilakukan setelah kami menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait, termasuk BPBD Kabupaten Solok,” kata Bupati Kabupaten Solok, Gusmal.

Pihaknya menegaskan, Pemkab Solok perlu menetapkan status tanggap darurat lantaran dari asessment yang dilakukan petugas, diketahui dampak gempa cukup parah.

Untuk penanggulangannya, Pemkab Solok membutuhkan bantuan dari pusat, maupun dari pihak lain. Dengan begitu, Pemkab Solok juga bisa melegalisir dan mengakomodir berbagai kemungkinan bantuan yang akan datang dari berbagai daerah.

“Saya bersama sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Solok sudah meninjau korban terdampak gempa, termasuk rumah-rumah warga yang porak poranda di tiga kecamatan di Kabupaten Solok. Sekarang kami sudah tetapkan status tanggap darurat, dan status ini akan saya bawa ke Pusat agar penanggulangan bencana di daerah saya cepat diatasi,” ujarnya.

 

Terkait kondisi korban terdampak gempa, Gusmal pun menyebut bahwa pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban. Logistik tersebut berupa tikar, tenda dan sembako. Ia berharap agar para korban sabar dan mengambil hikmah dari bencana alam yang menimpa Kabupaten Solok.

“Ada tiga kecamatan yang terdampak bencana gempa, yaitu Gunung Talang, Danau Kembar dan Lembah Gumanti. Paling parah, adalah Danau kembar. Di sana, ada 37 unit rumah rusak. 10 di antaranya rusak berat. Sedangkan isanya rusak sedang dan ringan,”tuturnya.(h/ndi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 3