Pariaman, (Antaranews Sumbar) – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menganggarkan dana Rp600 juta untuk biaya perhelatan pesta Budaya Tabuik yang dilaksanakan pada 11 hingga 23 September 2018.

“Seluruh biaya tersebut telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2018,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan dari jumlah tersebut pemerintah daerah mengalokasikan sebesar Rp280 juta kepada kelompok Tabuik Pasa maupun Tabuik Subarang.

Seluruh biaya yang dialokasikan kepada masing-masing kelompok tabuik digunakan untuk pembuatan ornamen, honoris, dan perlengkapan tabuik lainnya.

Jika dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, anggaran tersebut memang sedikit berkurang hal itu dikarenakan berbagai kebutuhan pemerintah lainnya.

Namun ujar dia, pemerintah daerah akan mengupayakan permohonan bantuan dana kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat serta pihak Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Dana tersebut kata dia, akan digunakan untuk pembuatan baju “Taluak Balango” atau pakaian adat masyarakat Kota Pariaman yang diberikan kepada 140 anak tabuik.

Sementara itu Ketua Tabuik Pasa, Firman mengatakan prosesi pesta budaya Tabuik diawali dengan “Maambiak Tanah” pada satu muharram.

Kemudian pada lima muharram dilaksanakan prosesi “manabang batang pisang” di dua lokasi yaitu Alai Galombang dan Pauah Kecamatan Pariaman Tengah.

“Pada tujuh muharram, masing-masing kelompok tabuik melaksanakan prosesi Maatam di rumah tabuik Kelurahan Karan Aur dan di samping Kantor walikota,” katanya.

Hal tersebut merupakan beberapa rangkaian atau prosesi yang harus dilakukan selama perhelatan pesta budaya Tabuik yang puncaknya jatuh pada 23 September 2018.

Pesta budaya tabuik merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman.

Festival ini termasuk menampilkan kembali pertempuran Karbala, dan memainkan gendang tassa. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut.

Kegiatan tersebut dilakukan juga untuk menarik para wisatawan dari berbagai daerah ke Kota Pariaman. (*)