Operasi Patuh Singgalang, Polda dan Polresta Padang Temukan Pelajar Bawa BMW

   Operasi Patuh Singgalang, Polda dan Polresta Padang Temukan Pelajar Bawa BMWPolisi memeriksa seorang siswa yang membawa mobil di Jalan Samudra, Pantai Padang, Jumat (27/4). Rey

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM– Memasuki hari kedua Operasi Patuh Singgalang, Polresta Padang dan Polda Sumbar mengeluarkan 342 surat tilang, Jumat (27/4).

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Singgamata mengatakan,  Operasi Patuh Singgalang diharapkan menekan pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. 7 Prioritas pelanggaran tersebut dikatagorikan bisa menyebabkan kecelakaan fatal dan kematian.

“7 prioritas pelanggaran tersebut adalah melawan arus, berboncengan lebih dari dua, pengemudi dibawah umur, kecepatan lebih, pengemudi mabuk, pengendara yang menggunakan handphone, dan pengendara yang tidak menggunakan helm,”ungkapnya.

Dijelaskan, Operasi itu mengacu pada tahun 2017. Berangkat dari kecelakaan lalu lintas tahun itu sebanyak 95 kecelakaan terjadi, dan 18 orang meninggal dunia dalam kecelakaan, sedangkan luka berat sebanyak 27 orang.

“Maka tahun ini kami harus targetkan angkanya menurun,”kata Singgamata.

Misi meningkatkan penindakan pelanggaran dari 7 pelanggaran itu, tetap mengimbangi dengan mencerdaskan masyarakat.

“Untuk itu bagi pelajar atau pengendara dibawah umur yang tertangkap dalam razia kita akan melibatkan orang tua dan guru untuk melepaskan kendaraan. Bahkan kami akan lakukan itu di sekolah yang bersangkutan, agar menjadi pelajran bagi kawannya,”jelas Kombes Pol itu.

Dijelaskannya, bisa saja pengendara dibawah umur itu mengendara sepengetahuan orang tua mereka dan bisa saja tidak diketahui.

“Jika diketahui oleh orang tuanya kita akan tegur orang tuanya sebab ini membahayakan pengguna jalan lainnya,”tegas Singgamata.

Dikatakannya, di Sumbar pelanggran didominasi oleh pengendara yang berumur dibawah 25 tahun. Namun secara keseluruhan dikatakannya bahwa budaya tertib masyarakat Sumbar dalam berkendaraan masih tinggih dibanding wilayah lain.

Kemudian untuk persentase Operasi merujuk pada 50 persen penindakan yaitu tilang. Dikatakan juga oleh Singgamata kalau ia optimis angka kecelakaan bisa berkurang dibandingkan tahun lalu.

“Optimis jika Kasatlantas aktif dan optimal dalam operasi kali ini,”ungkapnya.

Dikatakan juga dalam dua hari ini operasi patuh singgalang sangat efektif dan optimal.

Selanjutnya, pada pukul 14.00 Razia Operasi Patuh yang kedua dilakukan di Tapi Laut (taplau) tepatnya di depan Rusunawa.

Terlihat di sana Kasat Lantas Polresta beserta jajarannya dan jajaran Polda. Terbukti banyak pelanggaran yang didominasi oleh masyarakat yang berumur dibawah 25 tahun.

Contohnya, polisi menemukan seorang siswa sekolah yang mengendarai mobil BMW. Juga ada anak sekolah menggunakan nomor plat palsu yaitu BG 124 FI. Tak hanya itu, pakaian sekolahnya masih belum diganti, terlihat memakai celana abu-abu.

Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Asril Prasetya menjelaskan, sasaran prioritas Operasi Patuh yakninya, penindakan akan diberikan kepada pengemudi yang menggunakan handphone saat berkendara, melawan arus, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI.

“Serta pengemudi yang berkendara dalam pengaruh narkoba atau mabuk, dan membawa kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan,” ujar Kasat Lantas Polresta.

Diterangkannya, pada opersi pertama sebanyak 275 surat tilang diberikan kepada pelanggar lalu lintas, dan hari ini sebanyak 342 surat tilang.

Saat operasi sesang berlangsung, tiba-tiba Kombes Pol Singgamata muncul secara tiba-tiba dari arah taman budaya. Dia hanya menggunakan pakaian olahraga, meraton sambari memantau anggotanya bertugas.

“Kami akan terus pantau operasi ini, agar bisa menjadi bahan evaluatif dan meninjau seberapa efektif kinerja anggota,”kata Singgamata.  (h/mg-rei)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

78 + = 85