Naiknya harga bawang di Sumbar karena stok kurang

Bawang Merah. (Antara Sumbar/Novia Harlina)

Padang, (Antaranews Sumbar) – Kenaikan harga bawang merah di sejumlah daerah Sumatera Barat dipicu karena berkurangnya produksi komoditas itu, kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat, Zaimar.

“Produksi bawang merah di Alahan Panjang Kabupaten Solok memang sedikit berkurang karena dalam masa tanam, sehingga menyebabkan stok juga terganggu,” katanya di Padang, Senin.

Harga bawang merah di Pasar Raya Padang mencapai Rp36.000 per kilogram atau naik sekitar Rp12.000 dari harga normal yakni Rp24.000 per kilogram.

Menurut Zaimar, meski stok bawang merah dari Alahan Panjang agak berkurang, namun pasokan dari luar seperti Pulau Jawa masih mampu menutupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Pasokan bawang dari Jawa ke Sumatera Barat masih lancar dan di pasar-pasar tidak akan kekurangan stok,” katanya.

Ia menilai kenaikan harga bawang merah tersebut masih dalam tahap wajar, apalagi permintaan di pasar cukup meningkat karena sudah mendekati bulan Ramadan.

“Tradisi masyarakat Minangkabau menjelang puasa adalah membuat rendang, sehingga permintaan untuk bahan pokok ini juga naik,” kata dia.

Pihaknya tetap memantau dan mengawasi kenaikan harga bawang merah tersebut, terutama jika ada oknum yang mempermainkan harga dan memanfaatkan kondisi ini.

Oleh sebab itu ia mengimbau pedagang pengumpul maupun pedagang di pasar agar tidak mempermainkan dan memanfaatkan kondisi jelang Ramadan untuk mengambil keuntungan yang bisa menyebabkan harga bawang merah semakin tinggi.

Disperindag Sumatera Barat juga menyiapkan kegiatan pasar murah untuk mengantisipasi gejolak harga pangan yang rentan terjadi pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Zaimar menyebutkan ada 11 pasar murah yang dilaksanakan, tersebar di sejumlah titik berbeda di antaranta Kota Padang 10 lokasi, dan di Kabupaten Padang Pariaman 1 lokasi. Waktu pelaksanaannya bergiliran, dimulai 21 Mei sampai 5 Juni 2018.

Pada 2018 Pemerintah Sumatera Barat menargetkan produksi bawang merah pada 2018 sebanyak 92.730 ton dengan luas tanam 8.430 hektare atau produksi rata-rata sebanyak 11 ton per hektare. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

64 + = 70