Mentawai Diguncang Lima Kali Gempa dalam 30 Menit

Gempa bumi (ilustrasi)

Gempa bumi (ilustrasi)

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Gempa bumi kembali mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat pada Kamis malam (26/7). Tak tanggung-tanggung, terekam lima kali gempa bumi dengan magnitudo di atas tiga Skala Richter (SR) dalam kurun waktu setengah jam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat gempa ‘pertama’ terjadi pada pukul 22.10 WIB dengan magnitudo 4,4 SR. Titik pusatnya berjarak 99 kilometer (Km) sebelah tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman pusat gempa 10 Km. Gempa bumi ini cukup dirasakan masyarakat, bahkan getaran bisa dirasakan warga Kota Padang.

Selang dua menit berikutnya, pukul 22.12 WIB terjadi gempa dengan magnitudo 4,9 SR. Episenter gempa berjarak 99 Km sebelah tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman hiposenter 10 Km. Gempa bumi ini juga dirasakan oleh warga Padang.

Selanjutnya, meski tidak dirasakan oleh warga namun gempa susulan terekam oleh seismograf. Gempa ketiga terjadi pada pukul 22.23 WIB dengan magnitudo 3,4 SR. Titik pusat gempa terletak pada 99 Km sebelah tenggara Kepulauan Mentawai dan kedalaman 12 Km.

Gempa keempat terjadi pukul 22.29 WIB dengan magnitudo 3,5 SR, dengan episenter terletak pada jarak 95 Km sebelah tenggara Kepulauan Mentawai dan kedalaman 12 Km. Kelima, gempa bumi dengan magnitudo 3,3 SR terjadi pada 22.34 WIB. Episenternya terletak pada jarak 97 km sebelah tenggara Kepulauan Mentawai dan kedalaman hiposenternya 10 Km.

Menilik data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, situasi terpantau kondusif di Siberut Selatan, Sipora Selatan, Siberut Barat Daya, dan Sipora Utara. BPBD masih memantau perkembangan di kecamatan lainnya.

Bila ditotal, sebetulnya lebih dari lima kali gempa bumi mengguncang Kepulauan Mentawai. Sore tadi, warga Kota Padang juga sempat merasakan getaran gempa pukul 17.34 WIB. Gempa bumi sore tadi berkekuatan magnitudo 4,2 SR dengan pusat gempa berada pada jarak 78 kilometer (Km) sebelah tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman titik pusatnya 10 Km.

Plt Kepala Stasiun BMKG Padang Panjang Fajar Dwi Prasetyo menjelaskan, jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Sistem subduksi Sumatra ini dicirikan dengan formasi rangkaian busur pulau depan (forearch islands) nonvulkanik, seperti Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano.

Ia juga menjelaskan, Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan kurang lebih 50-60 mm/tahun. Batas antardua lempeng ini terdapat zona subduksi dangkal atau yang disebut sebagai Megathurst Subduction Sumatra.

“Zona ini yang saat ini menjadi perhatian masyarakat karena diprediksi masih menyimpan potensi gempabumi dengan magnitudo 8.9 SR di zona yang popular dengan istilah Mentawai Megathrust,” ujar Fajar, Kamis (26/7).

Berdasarkan catatan data sejarah kegempaan, daerah Sumatra Barat memang sudah berapa kali mengalami gempa bumi merusak. Sejak 1822 hingga 2009 telah terjadi setidaknya 14 kali kejadian gempa bumi kuat dan merusak di Sumatra Barat dan di antaranya menyebabkan tsunami.

Sejarah panjang gempa bumi merusak di Sumatra Barat, di antaranya adalah gempa bumi Padang (1822, 1835, 1981, 1991, 2005), Gempabumi Singkarak (1943), Gempabumi Pasaman (1977) dan Gempabumi Agam (2003). Sedangkan gempabumi yang diikuti gelombang tsunami terjadi di Mentawai (1861) dan Sori-Sori (1904).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

67 + = 73