Mensos Minta Jaga Kualitas Pangan E-Warong

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta kualitas pangan yang disediakan di elektronik warung gotong royong (e-warong) terutama beras agar tetap dijaga. Mensos meminta bahan pangan bisa dikonsumsi secara layak dan manusiawi.

“Bantuan Pangan Non Tunai sebagai konversi beras untuk keluarga sejahtera (rastra) bagi masyarakat miskin harus dapat dijaga kualitasnya,” kata Khofifah seperti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (23/3).

Ia mengatakan sudah saatnya keluarga penerima manfaat dapat menikmati dan memakan beras yang berkualitas dan pastikan mereka punya pilihan jenis dan kualitas beras melalui e-warong dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Perum Bulog sebagai penyedia pangan ke e-warong diharapkan juga menjaga kualitas pasokan pangan guna meminimalkan komplain keluarga penerima manfaat.

Menurut dia, beras yang enak dan berkualitas tidak hanya untuk kalangan mampu saja, masyarakat miskin juga berhak turut menikmati. Tidak sedikit penerima manfaat mengatakan, tidak masalah makan tanpa lauk asalkan beras yang mereka konsumsi enak. Diterangkan Khofifah, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diperuntukkan bagi 1.286.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia. Total KPM itu berada di 44 kota yang terdiri dari 7 kota di Sumatra, 34 kota di Jawa dan tiga kota di wilayah timur Indonesia.

Total penerima BPNT se-Sumatera mencakup 316.666 keluarga sementara di Batam sebanyak 32.443 keluarga. BPNT merupakan skema baru subsidi beras dengan memanfaatkan teknologi perbankan berupa kartu elektronik. Melalui skema ini, keluarga penerima manfaat dibantu subsidi setiap bulan sebesar Rp 110 ribu yang harus dibelanjakan dalam bentuk beras atau pangan lainnya misalnya minyak goreng, telur, tepung dan bahan pokok lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 2