Menhub Tinjau Kegiatan Penindakan Kelebihan Muatan di Tol

Menhub Budi Karya Sumadi memberi keterangan pers tentang revisi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (19/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, melakukan kunjungan kerja ke ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, untuk meninjau secara langsung kegiatan uji petik penindakan kelebihan muatan pada kendaraan pengangkut barang. Tinjauan itu dilakukan Menhub lantaran data menunjukkan bahwa kecelakaan sebagian besar melibatkan kendaraan-kendaraan berat.

“Dari 100 persen kecelakaan kendaraan yang terjadi di jalan tol, 63 persennya disebabkan karena keterlibatan kendaraan berat. Selain itu, akibat dari overload, kendaraan berat tersebut menyebabkan kecepatan kendaraan hanya dapat ditempuh 30 kilometer per jam sehingga berpengaruh pada waktu tempuh Jakarta-Bandung yang harus menghabiskan waktu sekitar 5-6 jam,” kata dia dalam kunjungannya, Ahad (21/1).

Dalam kunjungan kerjanya, Menhub memantau langsung kegiatan pengawasan angkutan barang yang berlangsung di Parking Bay KM 18 Ruas Tol Jakarta-Cikampek. Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani juga menyampaikan beberapa faktor penyebab terjadinya kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di antaranya:

1. Volume per kapasitas jalan tol yang rasionya sudah diatas 1.

2. Kepadatan kendaraan golongan 1 yang melintas di jalan tol.

3. Kendaraan dengan muatan berlebih yang melintasi jalan tol.

4. Peningkatan volume kendaraan karena dibukanya akses jalan tol Tanjung Priok.

5. Pembangunan LRT, proyek Jalan Tol Jakarta Cikampek Elevated dan pemeliharaan rutin.

Jasa Marga juga akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait untuk mengurangi pelanggaran oleh kendaraan angkutan umum yang overload, atau overdimensi di ruas-ruas jalan tolnya demi keselamatan pengguna jalan tol dan kelancaran arus lalu lintas.

“Dengan dilakukannya operasi gabungan ini diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran lalu lintas (kendaraan overload,underspeed, dan overdimensi) pada angkutan barang,” tutur Desi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 1