Masih Banyak Pengendara yang Melanggar Rambu Lalu Lintas, Ini Kata Kadishub Padang

Masih Banyak Pengendara yang Melanggar Rambu Lalu Lintas, Ini Kata Kadishub Padang

Suasana diskusi bersama wartawan di media center padang, Rabu

 

PADANG — Melanggar rambu lalu lintas seperti sudah menjadi suatu hal yang lumrah bagi masyarakat Kota Padang.

Tanpa rasa takut bahaya dan sanksi yang akan mengintainya, para pengendara kendaraan ini terus saja melakukan pelanggaran.

Satu diantara rambu yang sering dilanggar oleh pengguna kendaraan di Kota Padang ini yakni lampu lalu lintas.

Lampu lalu lintas yang sejatinya berfungsi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan ini tampak diacuhkan saja oleh pengendara kendaraan.

Seringkali pengguna kendaraan ini melanggar tidak saat lampu lalu lintas masih merah, pengendara menerobos.

Cukup sering akibat tindakan ini pengguna kendaraan yang menerobos lampu saat merah mengalami kecelakaan.

Satu diantara persimpangan yang sering terjadi hal demikian yakni di persimpangan antara Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dedi Henidal mengatakan Persoalan kultur masyarakat tidak taat berlalu lintas, merupakan persoalan klasik yang harus dibenahi di Kota Padang, salah satunya Pembinaan pelajar dengan adanya pelajar di SMA dan SMK pelopor, surat edaran sudah dilayangkan ke sekolah.

“Kita datangi sekolah menchek SIM pelajar yang punya kendaraan. Dan bagi pemilik kendaraan pemeriksaan KIR-nya,” imbuhnya kepada wartawan di Media Center Pemko Padang, Rabu, (29/8/2018).

Kadishub menyadari, masyarakat sadar akan ketertiban berlalu lintas bila jalanan selalu dijaga Polantas. Untuk itu, pihaknya akan lebih meningkatkan penjagaan dan pengaturan lalu lintas.

“Tapi kami mengimbau agar masyarakat itu tetap sadar meski tidak ada polisi yang berjaga,” imbuhnya.

Strategi selanjutnya dengan penataan angkutan, dengan memberdayakan pengusaha angkot agar menyerahkan angkotnya untuk dijadikan angkutan lingkungan demi menunjang keberlangsungan enam koridor Kota Padang.

Menurutnya, Angkot terdaftar didishub saat ini sebanyak 2.276 unit, dan sekitar 400 angkot akan dijadikan angkutan lingkungan. Untuk tahun 2019, Dishub menanbah 25 unit transpadang lagi untuk menjalankan enam koridor.

“Kita fokus ajukan perda derek tahun 2019 yang sedang dievaluasi di Kemendagri, mudah-mudahan segera rampung. Dimana bagi pengendara yang tidak taat parkir akan diderek, biaya denda derek 150ribu,” ujarnya.

“Di Jalan Khatib Sulamain akab ada dua dua Utool dan traffic light di Lamunan Ombak, yang berguna untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.

Terkait kenduri yang kerap menggunakan bahu jalan, Dishub Padang akan mengeluarkan perwako terhadap persoalan ini.

Tambahnya, Perda perpakiran akan ditinjau kembali. Kita menargetkan PAD 1,7 milyar pertahun. Jika Pasar raya blok rampung seluruh mobil akan di letakan di gedung parkir. (RI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =