Lima Ribu Jamaah Sudah di Tanah Suci

Republika/Fitriyan Zamzami
Jamaah haji dari Embarkasi Padang tiba di Bandara AMA Madinah. Mereka merupakan jamaah perdana asal Tanah Air uang tiba di Tanah Suci, Selasa (17/7).

 

 

 

 

IHRAM.CO.ID, MADINAH — Sedikitnya 5.200 jamaah calon haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Sejauh ini, pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengklaim belum ada kendala berarti terkait kedatangan-kedatangan tersebut.

Hingga Selasa (17/7) pukul 18.00 waktu setempat, sebanyak 1.591 jamaah tiba dalam lima kloter di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah. Dari saat itu hingga Rabu (18/7) waktu setempat, sembilan kloter membawa 3.730 jamaah.

Wartawan Republika.co.id di Madinah, Fitriyan Zamzami, mengatakan total jamaah itu berasal dari delapan embarkasi di Tanah Air. Di antaranya Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Surabaya, Solo, Padang, Lombok, Palembang, dan Batam.

Jamaah dari Palembang, tiba sekitar pukul 08.30, Rabu (18/7) waktu setempat. Asrul, seorang jamaah asal Palembang berusia 85 tahun ikut tiba dengan rombongan tersebut. Dia sempat tampak kebingungan di bandara. Namun dia berterimakasih pada para petugas di Indonesia yang membantu. “Panasnyo di sini. Mudah-mudahan kuat,” kata dia di Bandara AMA, Madinah, kemarin.

photo

Petugas maskapai Saudi Airlines melakukan pemeriksaan calon haji saat menikmati layanan sistem baru keimigarsian untuk Saudia Airlines di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang , Banteng, Selasa (17/7) malam. 

Kasi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan Daker Bandara, Muhammad Syarif mengatakan, sejauh ini belum ada insiden kehilangan koper jamaah di Bandara AMA. “Bagasi tidak ada yang kurang, selisih penaruhan tidak ada,” kata dia.

Meski begitu, menurutnya ada sedikit kesulitan penempatan koper sehubungan ada jamaah-jamaah dalam satu kloter yang terpisah pemondokannya. Hingga Rabu (18/7) petang, sebanyak lima kloter akan datang melalui jalur cepat tanpa pemeriksaan imigrasi di Bandara AMA. Menurut Syarif, ada sejumlah persoalan yang harus diantisipasi terkait hal ini.

Salah satu yang utama adalah pengangkutan koper yang dilakukan secara terpisah dari jamaah. Petugas harus benar-benar memerhatikan kode warna di koper untuk menyesuaikan dengan lokasi pemondokan jamaah bersangkutan. Hingga Rabu, belum ada jamaah yang kehilangan koper di pemondokan.

Yang selanjutnya harus diwaspadai adalah waktu berhenti bus penjemput jamaah jalur cepat. Bus yang sudah terisi penuh akan langsung diberangkatkan sehubungan ketatnya peraturan parkir di Bandara AMA.

Terkait jamaah yang tak menggunakan jalur cepat, sementara ini yang sempat tertahan lama adalah jamaah dari Embarkasi Solo kloter pertama (SOC 1). Seluruh jamaah rombongan itu baru selesai diperiksa keimigrasiaannya setelah lima jam.

Hal itu disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya, jamaah Indonesia harus bercampur pemeriksaannya dengan jamaah negara lain. “Selain itu mungkin mereka diperiksa biometrik lagi walau di Tanah Air sudah diperiksa,” kata Syarif.

photo

Jamaah haji dari Embarkasi Padang tiba di Bandara AMA Madinah. Mereka merupakan jamaah perdana asal Tanah Air uang tiba di Tanah Suci, Selasa (17/7).

 

 

Pihak Daker Bandara akan berkordinasi dengan otoritas Bandara AMA terkait hal ini. Sebanyak 17 kelompok terbang dijadwalkan tiba di Bandara AMA sepanjang Rabu (18/7). 17 kloter yang akan terbang dijadwalkan berangkat dari Tanah Air sejak pukul 01.15 hingga pukul 23.05 waktu Indonesia.

Sementara data tim kesehatan Daker Bandara menunjukkan sebanyak tiga jamaah yang tiba sakit dan harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Mereka di antaranya menderita vertigo dan kelelahan karena faktor usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 3 =