Lewati Lima Dinding, Seorang Napi Bukittinggi Kabur

Lewati Lima Dinding, Seorang Napi Bukittinggi KaburMELARIKAN DIRI –  Seorang warga binaan Lapas Klas IIA Bukittinggi bernama Anasful Rahmad  melarikan diri dari tahanan, Minggu (14/1) sekitar pukul 20,00 Wib. IST

AGAM, HARIANHALUAN.COM – Seorang warga binaan Lapas Klas IIA Bukittinggi,  melarikan diri dari tahanan, Minggu (14/1) sekitar pukul 20,00 Wib.Tahanan tersebut tersangkut kasus narkoba beberapa bulan lalu.

Diketahui warga binaan itu bernamna Anasful Rahmad (35) alias Anas beralamat Jln. Mr. Asaad Sanjai Dalam, Kelurahan Manggih Gantiang, Kecamatan, MKS Bukittinggi. Dari informasi diperoleh Haluan di lapangan, Senin (15/1).

Diketahui Anas tersangkut kasus narkoba dengan ancaman penjara 6,6 tahun denda 1 milyar subsider  4 bulan. Ia tercatat sebagai penghuni kamar 21 blok A. Sebelum melarikan diri Anas terlebih dulu minta izin kepada petugas untuk shalat Magrib, tapi ia malah melarikan diri. Untuk sampai di luar Anas harus memanjat pagar setinggi 4 meter dengan mempergunakan besi untuk tenda.

“Anas itu, sekitar tiga bulan ini menjadi penghuni Lapas Biaro. Ia tersangkut kasus narkoba beberapa bulan lalu. Sebelumnya, ia juga pernah masuk penjara karena kasus pencurian. Diperkirakan Anas sudah lama ingin melarikan diri dari penjara,” kata narasumber yang enggan menyebutkan namanya.

ia menjelaskan, untuk melarikan diri dari Lapas Biaro bukanlah perkara gampang. Sebelum  memanjat tembok di bagian belakang lapas, diperkirakan ia sudah memantau lokasi. Untuk sampai diluar lapas, Anas harus melewati lima dinding tembok.

Selain itu tambahnya, proses pelarian Anas diduga dibantu dua orang napi, kedua orang tersebut tugasnya memantau jika pelarian Anas diketahui orang lain. Pelarian Anas berjalan mulus, ia berhasil keluar lapas dan melanjutkan pelariannya menggunakan jasa ojek di Simpang Biaro.

“Dari informasi yang saya dapat, Anas naik ojek di Simpang Biaro dengan tujuan Bukit Apit. Namun hingga saat ini (kemaren) Anas belum tertangkap,” ulasnya.

Terpisah, Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan pihaknya telah mendapat laporan terkait kaburnya narapidana dari lembaga pemasyarakatan tersebut.

“Kita telah menyebarkan infomasi ke setiap polsek dan menginstruksikan untuk melakukan pengejaran,” katanya.

Ia juga menyebutkan penjagaan disetiap pintu masuk kota telah diperketat serta menyebar luaskan informasi tersebut kepada masyarakat.

“Jadi bagi masyarakat yang melihat narapidana tersebut bisa langsung melapor ke pihak kepolisian terdekat,” ujarnya.

Ia menambahkan, anggotanya telah melakukan pengecekan dan meminta keterangan pihak keluarga narapidana tersebut, namun yang bersangkutan tidak ditemukan.

Ketika akan dikonfirmasi kepada Kepala Lapas kelas IIA Bukittinggi, salah seorang petugas penjaga enggan memberikan keterangan dengan alasan Kepala Lapas sedang sibuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 2 =