Padang, (Antaranews Sumbar) – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Juli 2018 mencapai 5.099 orang atau naik 12,09 persen dibanding Juni 2018 yang tercatat sebanyak 4.549 orang.

“Angka ini terus naik sejak setelah Lebaran karena para wisatawan mulai kembali berkunjung ke Sumbar,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Selasa.

Ia menyebutkan kunjungan wisatawan asing pada Juli 2018 memberikan kontribusi sebesar 0,33 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.536.489 orang.

Sukardi menyampaikan pada Juli 2018 kunjungan masih didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebanyak 3.564 orang, Australia 495 orang, dan Perancis 158 orang.

Kemudian, Amerika Serikat 83 orang, Belanda 77 orang, Thailand 55 orang, Tiongkok 53 orang, Inggris 41 orang, Jerman 37 orang, India 21 orang dan lainnya 515 orang.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan di data di bandara kedatangan.

Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumatera Barat menyarankan pemerintah provinsi meniru cara-cara yang dilakukan oleh Malaysia dalam menggaet wisatawan sehingga kunjungan turis ke Sumbar bisa terus naik.

“Saat ini ada dua kali penerbangan langsung dari Padang ke Kuala Lumpur, ini merupakan potensi yang bisa dioptimalkan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan asal Malaysia,” kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.

Menurutnya salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah menyediakan semua kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan terbaik.

“Malaysia menyediakan wisata yang lengkap mulai dari tujuan yang beragam, makanan enak dan halal, tempat berobat yang nyaman hingga tempat belanja yang menarik,” kata dia.

Sejalan dengan itu hasil penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang menemukan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat mengakui daerah ini memiliki daya tarik berupa alam yang indah.

“Berdasarkan survei yang dilakukan 58 persen wisatawan menilai alam Sumbar memang indah dan sesuai dengan harapan mereka sebelum berkunjung,” kata Peneliti PKSBE UNP Doni Satria.

Menurutnya tidak ada yang membantah alam Sumbar indah dan hal itu menjadi salah satu daya tarik dan potensi wisata.

Akan tetapi pada sisi lain dari survei tersebut terungkap sebagian besar wisatawan menilai fasilitas ibadah dan toilet yang ada di objek wisata tidak memadai.

“Hampir sebagian besar wisatawan tidak puas dengan fasilitas rumah ibadah dan toilet, padahal dua aspek tersebut dinilai penting oleh pengunjung,” katanya.