Kota Tua di Padang Mulai Berbenah

Kota Tua di Padang Mulai BerbenahKOTA TUA—- Salah satu objek wisata di kota Padang di kawasan Kota Tua, Pondok, Kota Padang, Selasa (4/8). Kawasan tersebut sering dikunjungi wisatawan lokal dan sering berswafoto. IRHAM

 

 

 

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COMPemko Padang menjawab harapan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Nurmatias dan Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumbar, Budiman, terkait optimalisasi potensi kota tua. Pembenahan atas bangunan lama di kota tua mulai dilakukan untuk memunculkan potensi ekonomi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang,Medi Iswandi, Rabu (5/9) menuturkan, kota tua memang merupakan bagian dari paket kota wisata yang perlu dibenahi lebih lanjut. Pihaknya saat ini tengah mengejar perubahan fungsi bangunan lama menjadi restoran atau kafe.

“Memang belum semuanya yang dibenahi, tetapi sedang dilakukan secara bertahap. Seperti beberapa gudang sudah banyak yang jadi resto. Ada juga yang sudah jadi tempat pemandian. Bahkan, saat ini sedang dibuat pedestrian seperti di pantai agar wisatawan tertarik ke kota tua,” kata Medi kepada Haluan.

Ia juga menyampaikan, saat ini kota tua sudah mulau menjadi tempat pelaksanaan iven-iven tertentu seperti, dayung sampan, pagelaran seni Jembatan Sitinurbaya. Bahkan sudah tersedia transportasi tradisional bendi dan becak motor wisata di lokasi tersebut.

“Acara dan kegiatan itu juga untuk menghidupkan kota tua. Sekarang tinggal bagaimana bisa menarik pengunjung ke sana, dan panitia iven-iven menggelar acara di sana,” kata Medi lagi.

Medi juga menjelaskan, pengembangan kota tua telah berdampak terhadap penambahan jumlah wisatawan. Tahun ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Padang dan kota tua meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Kami tidak bisa menyebutkan angka pastinya berapa, tetapi meningkat dua kali lipat. Kami mengimbau masyarakat supaya bisa menjaga lingkungan di tempat wisata, termasuk di Kota tua, agar bisa menjadi tujuan yang laik dan nyaman bagi wisatawan,” sebutnya lagi.

Sebelumnya, kepala BPCB Sumbar, Nurmatias menyebutkan, potensi kota tua di Padang belum dikelola dengan maksimal. Padahal, selain pekerjaan menjaga aset sejarah, optimalisasi kota tua dapat memunculkan potensi ekonomi yang luar biasa bagi warga Kota Padang.

“Setidaknya ada 79 bangunan lama di kota tua yang mestinya dimanfaatkan dengan baik potensinya. Jangan disia-siakan lagi. Gedung lama itu ada sejak kawasan Muaro Padang hingga Pasa Mudiak,” kata Nurmatias.

Hal senada disampaikan Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumbar, Budiman. Menurutnya, Pemko Padang mesti menggandeng masyarakat agar sama-sama menyigi, menggali, dan memanfaatkan potensi kota tua agar lebih maksimal mendatangkan keuntungan secara ekonomi.

“Wisatawan itu suka mencari yang baru-baru. Harusnya yang baru itu yang ditonjolkan oleh pemerintah. Jangan hanya pantai saja. Wisata sejarah di kota tua juga harus,” ucap Budiman. (h/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

96 − = 95