Kadis Mundur, Kinerja Dinas Kebudayaan Jangan Terganggu

Rapat kerja Komisi V dengan Dinas Kebudayaan, Kamis (12/7). (ist)

 

 

 

PADANG – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat meminta, mundurnya Kepala Dinas Kebudayaan Taufik Effendi jangan sampai mengganggu kinerja instansi tersebut. Agenda yang telah dirancang untuk dilaksanakan tahun ini jangan sampai terkendala karena kondisi itu.

Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat, Hidayat menyentil, adanya pengunduran diri dari pejabat menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Meskipun demikian, bukan persoalan itu yang harus diperhatikan.

“Kalau ada pejabat mengundurkan diri, berarti ada ketidakharmonisan. Namun, bukan itu intinya. Program yang telah direncanakan jangan sampai terganggu pelaksanaannya,” tegasnya dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Kebudayaan Provinsi, Kamis (12/7) siang.

Pengunduran diri kepala dinas tersebut, jangan sampai mengganggu program yang sudah disusun dan akan dilaksanakan. Apa yang sudah dirancang dan anggarannya sudah dialokasikan harus tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang dibuat.

Senada, Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat Rahmad Saleh menambahkan, program kerja Dinas Kebudayaan jangan sampai terkendala. Pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk untuk memimpin OPD tersebut harus mampu menggerakkan struktur OPD agar program yang telah dirancang dapat berjalan seperti biasa.

Dia memberi masukan, Dinas Kebudayaan masih harus menambah banyak sumber daya manusia (SDM) terutama yang memiliki keahlian masalah agama dan adat budaya serta ahli bahasa Minangkabau. SDM dengan keahlian terkait sangat dibutuhkan agar penerapan filosofi Adat Basandi Syara’ – Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK) di Minangkabau semakin mengakar.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dalam rapat tersebut menjelaskan, pihaknya akan berupaya maksimal membangun kekompakan dan keharmonisan teamwork. Sejauh ini, program kegiatan Dinas Kebudayaan tetap berjalan tanpa menemui kendala berarti.

“Program yang telah disusun termasuk agenda yang telah masuk dalam calender event tetap berjalan sesuai rencana. Program telah berjalan sekitar 50 persen sementara realisasi anggaran sudah sekitar 31 persen,” terangnya. (fdc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 2 =