Jika Warga Masih Bandel Menambang Pasir Pantai dan Terjadi Abrasi, Pemkab Mentawai Tak Akan Bantu Bangun Bendungan

Jika Warga Masih Bandel Menambang Pasir Pantai dan Terjadi Abrasi, Pemkab Mentawai Tak Akan Bantu Bangun Bendungan
Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake

 

 

 

MENTAWAI – Pemerintah Kabupaten Mentawai menegaskan, tidak akan membantu untuk membangun dam di kawasan pantai yang masyarakatnya masih tetap melakukan penambangan pasir pantai.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake saat dia mendengar laporan tentang masih adanya penambangan pasir yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan pemukiman sekitar pantai Mapadegat dan pantai Jati.

“Ini sudah sering saya ingatkan, agar masyarakat tidak lagi melakukan penambangan pasir karena bisa menyebabkan abrasi. Kalau juga terus dilakukan dan terjadi abrasi, maka pemerintah Mentawai tidak akan membantu membangun dam,” tegas Kortanius Sabeleake di Tuapejat, Senin lalu.

Penambangan pasir di kawasan pantai selain menyebabkan abrasi, menurut Kortanius juga bisa merusak keindahan pantai seperti yang saat ini masih terjadi di kawasan pantai Mapadegat dan pantai Jati.

“Kami mengerti, bahwa pekerjaan menambang pasir ini merupakan mata pencarian sebagian masyarakat. Tapi cobalah jangan menambang pasir di dekat pemukiman warga, ini bisa berakibat buruk terhadap lingkungan,” ucap Kortanius.

Di bagian lain Kortanius juga menyinggung tentang adanya rencana normalisasi sungai untuk mengantisipasi terjadinya banjir di beberapa daerah di Mentawai, terutama bila musim penghujan tiba.

“Ya rencana kita akan melakukan normalisasi sungai, tapi ini tentu membutuhkan biaya besar  dan kerja ekstra, karena ada beberapa daerah tidak bisa dilalui oleh alat berat untuk kerja,” jelas Korta.

Rencana normalisasi sungai, kata Korta, merupakan salah satu solusi terbaik dan dibutuhkan. Apalagi banjir yang sering terjadi di beberapa daerah di Mentawai kebanyakan disebabkan luapan air yang besar yang tidak mampu lagi mengalir di sungai yang berkelok. Sehingga luapan air menerobos dataran rendah dan akhirnya ke pemukiman warga yang dekat dengan sungai.

“Ya solusi terbaik tentu normalisasi, kalau dinormalisasi maka aliran sungai jadi lurus dan air tidak meluap, sehingga dapat meminimalisir terjaidnya banjir,” pungkas Kortanius. (ss)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + = 12