Jembatan Alternatif Kambang Putus, Warga Ini Naik Rakit

Jembatan Alternatif Kambang Putus, Warga Ini Naik Rakit              Sejumlah warga terlihat saat menaiki rakit sebagai alat transportasi untuk menyeberangi sungai di Kampung Nyiur Gading, Nagari Kambang Induk, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). (Okis Mardiansyah).

PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Jembatan alternatif warga Kampung Nyiur Gading, Nagari Kambang Induk, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terputus sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya warga terpaksa menggunakan rakit apung untuk melintasi aliran sungai setempat.

Informasi yang dirangkum Haluan, jembatan ini putus akibat terjangan air Sungai yang meluap sejak dua pekan terakhir. Sehingga jembatan alternatif yang biasa ditempuh warga saat berpergian menjadi porak poranda.

“Tak ada pilihan lain, sejumlah warga yang biasa menempuh jembatan ini, ikut terisolasi. Sebab, tak ada jembatan lain untuk ditempuh,” sebut Ujang saat dihubungi di Painan, Selasa (27/2).

Ia menjelaskan, jembatan alternatit itu terletak di Kenagarian Kambang Induk, Kampung Koto Baru Balai Kamis, menuju Kampung Limau Manih Kulam, Kampung Akad dan daerah terpencil lainnya. Saat ini, untuk akses warga menuju kampung masing-masing, terpaksa harus menyewa rakit dengan biaya Rp5000 untuk sampai ke tempat tujuan.

“Sejak jembatan itu putus, kami terpaksa mengeluarkan biaya Rp5000 untuk sampai keseberang. Dan itupun harus antri. Sebab, rakitnya hanya satu,” sebutnya lagi.

Lebih lanjut kata dia, selain menggunakan alat penyeberangan rakit, sebagian warga yang tidak memakai kendaraan motor atau sepeda, mereka menyeberang dengan cara menyongsong arus dan jalan kaki.

“Sebagian warga ada yang menyeberang sungai dengan berenang dan jalan kaki. Namun, ada sedikit kekhawatiran dikarenakan kondisi air cukup deras. Kalau tidak hati-hati bisa juga terseret,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Lengayang Muliyadi mengatakan, kondisi jembatan yang rusak itu sudah dilaporkan ke dinas terkait untuk segera ditangani. Sebab, jembatan alternatif itu merupakan kebutuhan hajat orang banyak saat bepergian keluar daerah.

“Jadi, jembatan alternatif itu dibuat untuk pengganti jembatan gantung yang saat ini sedang diperbaiki. Saat ini, untuk akses warga sementara bisa menempuh jembatan gantung yang ada di Nagari Medan Baik, atau bisa juga melewati jalan Kulam Kapau diluar wilayah Nagari Nyiur Gading, tapi memang agak sedikit jauh dan memutar arah,” jelasnya. (h/kis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

76 − 66 =