Jalan Khatib Sulaiman Jadi Enam Jalur, Nasib Aset Taman Tak Jelas

Jalan Khatib Sulaiman Jadi Enam Jalur, Nasib Aset Taman Tak JelasPEMBONGKARAN TAMAN JALAN—- Sejumlah pekerja menggunakan alat berat membongkar taman yang ada di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Kamis (28/6). Pelebaran jalan tersebut dilakukan sepanjang 2,6 kilometer dengan jangka waktu 6 bulan. IRHAM

 

 

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pemko Padang memulai pengerjaan pelebaran Jalan Khatib Sulaimandari yang semula terdiri dari empat lajur menjadi enam lajur. Pelebaran jalan sepanjang 2,6 kilometer tersebut berdampak pada penyempitan taman kota yang ada di sepanjang lokasi pelebaran. Selain itu, nasib pohon dan rumput yang menjadi aset pertamanan Kota Padang masih simpang siur.

Pantauan Haluan di lapangan, pengerjaan proyek telah dimulai dari Simpang Kantor DPRD Sumbar. Proyek pelebaran akan dijalankan per 200 meter jalan, agar tidak terlalu berpengaruh pada kenyamanan pengguna Jalan Khatib Sulaiman. Namun, dari proses pembongkaran terlihat, cukup banyak rumput dan tanaman yang semestinya bisa diselamatkan, digilas begitu saja oleh alat berat yang mulai membongkar badan taman.

“Pembongkaran tamannya dilakukan oleh Petugas Dinas PU, tetapi rumput dan bunga yang ada telah kami amankan. Nantinya, yang masih bisa difungsikan akan difungsikan (ditanamkan) kembali setelah pengerjaan jalan itu selesai,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Al Amin kepada Haluan, Kamis (28/6).

Al Amin juga menyebutkan, taman dibongkar demi kepentingan pelebaran jalan di sepanjang Khatib Sulaiman. Disain taman selanjutnya pascapembongkaran mungkin akan lebih kecil karena banyak lahan pertamanan sebelumnya yang terpakai untuk pelebaran jalan.

“Meski pun begitu tetap akan didisain sebaik mungkin agar indah dan rapi agar lingkungan tetap asri dan indah. Selain itu untuk memberi kenyamanan bagi pengendara yang melintas di Khatib Sulaiman,” katanya lagi.

Terkait pembongkaran aset kota seperti rumput dan tanaman oleh petugas Dinas PU, Kepala Dinas PU Fatriarman Noer mengaku pihaknya telah menyurati DLH jauh-jauh hari untuk mengamankan segala aset pertamanan yang terdapat di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman, agar pengerjaan pelebaran jalan bisa dilakukan dengan optimal.

“Soal taman, itu sudah kami surati DLH jauh-jauh hari agar semua aset pertamanan diselematkan. Bahkan sudah dua kali kami surati,” sebut Fatriarman.

Enam Lajur, Rp7,7 Miliar

Pelebaran Jalan Khatib Sulaiman sendiri dilakukan demi menjawab masalah kemacetan yang terus terjadi pada jam-jam sibuk. Jalan yang sebelumnya terdiri dari empat lajur yang terbagi pada dua jalur, akan diperlebar menjadi enam lajur dengan masing-masing jalur terdiri dari tiga lajur. Untuk pengerjaan proyek ini, Pemko Padang telah menyiapkan anggaran senilai Rp7,7 miliar.

“Total panjangnya 2,6 kilometer. Dikerjakan per 200 meter agar tidak terlalu mengganggu pengendara.Pengerjaannya sudah dimulai hingga enam bulan ke depan. Mudah-mudahan tidak ada kendala di lapangan,” ucap Fatriarman.

Ia menyebutkan, selama pengerjaan berlangsung, pengendara diminta berhati-hati melewati titik jalan yang sedang dikerjakan. Untuk pengamanan, pihaknya berkoordinasi denga pihak kepolisian dan dinas terkait lainnya. (h/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

80 − = 73