BBPOM temukan dugaan makanan mengandung borak di Pariaman

Pariaman, (Antaranews Sumbar) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat (Sumbar), menemukan sampel makanan yang diduga mengandung borak saat melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional Kota Pariaman, Kamis lalu.

Kepala BBPOM Sumbar Martin Suhendri mengatakan dari 25 sampel makanan dan minuman yang diambil, dua diantaranya diduga mengandung zat berbahaya yang ditemukan pada kerupuk nasi dan kerupuk tempe.

Ia mengatakan makanan yang mengandung borak tersebut berbahaya bagi kesehatan konsumen seperti berdampak langsung pada kegagalan ginjal, kanker payudara dan serviks.

Khusus bagi pelaku usaha yang menjual makanan mengandung zat berbahaya tersebut katanya, bisa dikenakan pidana berdasarkan pasal 141 Undang-Undang nomor 18 tahun 2014 tentang pangan dengan ancaman dua tahun penjara.

Bahkan, salah satu pelaku usaha di daerah Kota Payakumbuh tertangkap tangan menjual makanan atau minuman Milo produk asal Malaysia dan berkasnya telah diteruskan ke Kejaksaan Negeri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di 12 kabupaten dan kota yang ada di provinsi tersebut, umumnya BBPOM menemukan makanan yang diduga mengandung borak.

Secara rinci daerah yang paling banyak ditemukan menjual makanan mengandung zat berbahaya yaitu Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak dua sampel borak, Kabupaten Dharmasraya satu, dan Kabupaten Sijunjung satu sampel.

Pihaknya mengimbau kepada pelaku usaha agar tidak menjual makanan yang mengandung zat berbahaya, kemudian konsumen juga diimbau agar lebih cerdas dan teliti sebelum membeli.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit mengatakan pelaku usaha yang tertangkap tangan menjual makanan dan minuman mengandung zat berbahaya terlebih dahulu dilakukan pembinaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 3