“Gedung ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap seni dan budaya di Sumbar,” kata dia.
Diharapkan gedung yang didesain untuk berbagai kegiatan seni dan budaya itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, meski belum selesai 100 persen.
Irwan mengatakan gedung kebudayaan itu nantinya terbagi tiga zona. Saat ini baru selesai zona pertama dengan anggaran sebesar Rp57 miliar.
Anggaran itu terbagi tiga tahun pada APBD 2015 Rp13,5 milyar, 2016 sebesar Rp18,9 milyar dan 2017 Rp24,9milyar.
Pembangunan zona dua yang diantaranya adalah gedung utama pertunjukan teater dilanjutkan pada 2018 dengan anggaran Rp25 miliar.
Sementara zona III untuk kantor Dinas Kebudayaan Sumbar akan dibangun paling akhir dan ditargetkan selesai 2020.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Taufik Effendi mengatakan zona pertama lima lantai tersebut paling atas adalah panggung terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan musik, seni tradisi maupun teater arena.
Tingkat empat diperuntukkan bagi pameran kerajinan. Kemudian tingkat tiga untuk galeri pameran.
Tingkat dua diperuntukkan bagi pertemuan dan aktivitas seni lain sementara lantai satu hanya untuk akses untuk naik.
Namun karena dinas terkait belum memiliki kantor representatif maka untuk sementara lantai tiga dijadikan kantor.
“Kita sudah sampaikan ini pada seniman dan budayawan di Sumbar,” kata dia.*