Intensitas Gempa Meningkat, Pemda Diminta Siap Siaga

Beberapa waktu lalu, Kepulauan Mentawai sempat diguncang gempa sebanyak 13 kali dalam kurun waktu satu bulan. Gempa yang tejadi ini ditakutkan ahli bisa menyebabkan megathrust.

Terkait ini, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat meminta pemerintah daerah meminta pemerintah daerah melalui BPBD siap siaga untuk menghadapi segala kemungkinan bencana yang akan terjadi.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Taufik Hidayat kepada Haluan melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, kemarin. Ia mengatakan, saat ini pemerintah tidak lagi memprioritaskan pembangunan jalan-jalan evakuasi dan pembangunan shelter, termasuk sosialisai ke masyarakat tentang cara menghadapi bencana gempa dan tsunami.

 

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logiatik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur mengatakan, BPBD kabupaten/kota terus melakukan sosialisasi ke masyarakat serta siswa sekolah. Bahkan tidak hanya sosialisasi untuk gempa dan tsunami. Banyak daerah yang berpotensi banjir, longsor dan lainnya terus melakukan sosialisasi. Minimal dilaksanakan satu kali setahun. Untuk gempa dan tsunami sendiri ia mengatakan, daerah yang berada di pesisir pantai sudah sering melakukan sosialisasi. Bahkan, untuk Kota Pariaman sosialisasi sudah dilakukan untuk seluruh sekolah. Sedangkan untuk daerah lainnya ia mengatakan, juga terus melakukan sosialisasi, baik ke masyarakat atau ke sekolah-sekolah.

Daerah Mentawai sendiri dikatakannya, merupakan daerah yang paling sering dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Berbeda dari daerah lainnya yang mempergunakan sirine sebagai peringatan akan ada tsunami. Mentawai menggunakan gempa sebagai sirine peringatannya.

 

Untuk Kota Padang ia mengatakan, sudah ada sepuluh shelter yang disiapkan untuk masyarakat apabila ada kemugkinan terjadi tsunami. Di samping itu, ia mengatakan, lebih dari 70 gedung lainnya di Kota Padang yang bisa dipakai masyarakat untuk tempat evakuasi sementara. Untuk rambu-rambu evakuasi yang sudah banyak hilang di Kota Padang, ia mengatakan, tahun depan akan disiapkan kembali.

Gempa yang terasa cukup besar terakhir terjadi Senin (25/6) dengan kekuatan 5 SR. Gempabumi tektonik itu berpusat tak jauh dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Rahmat triyono Stasiun Geofisika kelas I BMKG Padang Panjang mengatakan, gempa terjadi 13.22 WIB, Senin (25/6), di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan 5.0 SR.

Setelah BMKG update analisisnya menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan 4.9 SR. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,86 LS dan 100,08 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 104 km arah tenggara Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 24 km.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

64 − = 55