Habiskan Anggaran Rp77 Miliar, Lapangan Banteng ‘Wajah Baru’ Diresmikan

Habiskan Anggaran Rp77 Miliar, Lapangan Banteng Wajah Baru DiresmikanWajah baru Lapangan Banteng di malam hari usai direvitalisasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Lapangan Banteng malam tadi.Foto/Bima Setiyadi/SINDOnews

 

 

 

 

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta akhirnya meresmikan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang baru saja selesai direvitalisasi pada Rabu (25/7) malam. Lapangan Banteng dengan wajah baru ini diharapkan menjadi tempat interaksi warga.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Lapangan Banteng merupakan sejarah yang panjang mulai dari sekitar tahun 1632 dan masih disebut sebagai Lapangan Paviliun sesudah perang Napoleon Jerman-Inggris menjadi lapangan singa dan sesudah kemerdekaan di Lapangan Banteng matanya pun bervariasi.

Lapangan Banteng dirancang di masanya, lanjut Anies, merupakan simbol dari sebuah perjuangan yang pernah ditorehkan oleh anak-anak mudah disimpan ya bisa di teruskan buah kalimat yang dipertahankan di sana. Seperti kalimat yang diucapkan oleh Zainal Abidin Syah Gubernur Irian Barat. Di mana,  semuanya mengetahui kemerdekaan Tanah Air ketika Irian Barat sebagian wilayah Tanah Air masih berada di penjajahan di sana masih menetap penjajah imperialisme Belanda sehingga sebagian dari saudara-saudara bangsa di sana masih berada dalam rantai belenggu penjajah.

Dia berharap semoga ini menjadi inspirasi bagi semua warga Jakarta untuk memiliki kesetaraan kesempatan sebagaimana pada tahun 1960-an dapat membebaskan saudara-saudara di Papua. Untuk itu, kata Anies, Lapangan Banteng yang sudah direvitalisasi ini bukan sekedar tempat yang mempesona.

Habiskan Anggaran Rp77 Miliar, Lapangan Banteng Wajah Baru Diresmikan

“Rancangannya baik adalah rancangan yang memungkinkan warga berinteraksi bersama di arena ini begitu tempat ini menjadi tempat dimana warga bisa berinteraksi warga bisa melakukan kegiatan bersama,” kata Anies dalam peresmian Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Rabu malam tadi.

Habiskan Anggaran Rp77 Miliar, Lapangan Banteng Wajah Baru Diresmikan

Anies mengapresiasi kepada seluruh pihak yang tengah mengerahkan waktu pikiran tenaga membangun revitalisasi Lapangan Banteng yang hari ini menjadi salah satu kebanggaan bagi warga Jakarta dan semoga menjadi kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. “Kegiatan olahraga, seni budaya semuanya akan bisa dilakukan di tempat ini. Kita semua berharap apa  terus menjadi salah satu ikon utama di Jakarta dan di Indonesia karena ini adalah salah satu lapangan paling bersejarah,” tegasnya.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Djafar Muchlisin mengatakan, peresmian proyek revitalisasi Lapangan Banteng yang dilakukan ini merupakan hasil dari Koefensi Lantai Bangunan (KLB) tiga perusahaan yang jumlah anggaranya menghabiskan sekitar Rp77 miliar.

Masing-masing perusahan swasta itu membangun sesuai kewajibanya dan terbagi dalam tiga zona. Di antaranya yaitu bagian lapangan bola dikerjakan oleh PT Rekso Nasional Food. Sinar Mas Group kebagian mengerjakan perbaikan Monumen Pembebasan Irian Barat dan taman. Rahadi Santoso dan Irma Rahadi Santoso menjadi pihak yang mengerjakan pembangunan pagar di area Lapangan Banteng.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Sinarmas, Irma Rahadi dan Rekso. Pelaksanaan revitalisasi membutuhkan waktu 1 tahun yang direncanakan selesai sebelum asian games,” ungkapnya.

Djafar menjelaskan, perubahan yang paling banyak terlihat itu dibagian penataan air mancur Monumen Pembebasan Irian Barat. Di mana, ada teater yang tadinya kecil menjadi luas bertingkat tribun dan dilengkapi dengan air mancur berwarna serta bisa menari. Melalui tribun ampliteater itu, masyarakat bisa menyaksikan berbagai pagelaran serta air mancur tersebut.

“Untuk lapangan bola yang sebelumnya ada tiga lapangan kita revitalisasi dengan mempertahankan satu lapangan bola utama, satu lapangan bola kecil sesuai standar dan satu lapangan multi. Semua rumput dan fasilitasnya kita perbaharui,” ungkapnya.

Terkait perawatan Lapangan Banteng selanjutnya, lanjut Djafar, terbagi kepada dua perangkat daerah, yakni Dinas Perhutanan dan Dinas Olahragra dan Pemuda (Disorda). “Untuk taman dan air mancur monumen patung irian barat menjadi kewenangan kami untuk melakukan pemeliharaan. Sedangkan untuk lapangan bola menjadi kewenangan Disorda,” ucapnya.

Habiskan Anggaran Rp77 Miliar, Lapangan Banteng Wajah Baru Diresmikan

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mampu merawat serta menjaga fasilitas Lapangan Banteng yang telah direvitalisasi oleh kepemimpinan sebelumnya.

Jangan sampai, kata politisi Partai Nasdem itu, nasib Lapangan Banteng sama seperti nasib Taman Kalijodo yang sama-sama dibangun oleh perusahaan swasta tetapi tidak mampu merawatnya. Dia menyarankan agar pengelola Lapangan Banteng adalah Badan Layanan Umum (BLU) setelah DKI resmi menerima hasil revitalisasi Lapangan Banteng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 5 =