Galodo Bukik Gurun Terjang Dua Rumah dan Lukai Warga

Galodo Bukik Gurun Terjang Dua Rumah dan Lukai WargaRumah warga Nagari Gurun, Kecamatan Harau rusak parah diterjang tanah longsor. Bupati Irfendi meninjau lokasi dan memberikan bantuan, Minggu (24/6). ZULKIFLI
GURUN, HARIANHALUAN.COM- Bukit di Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota longsor. Bencana galodo ini menghancurkan  dua rumah  dan dua  warga setempat luka serius.
Keterangan Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir kepada Harianhaluan.Com,  satu rumah kayu untuk membuat tahu 4×6 meter, milik Sucipto ditimbun tanah longsor. Berikutnya, rumah kayu milik Yunus ukuran 4×6 meter dengan kodisi remuk dihondoh tanah longsor. Rumah tersebut berada jauh dari tempat semula berdiri rumah tersebut.
“Bencana tanah longsor itu terjadi Sabtu siang  tidak jauh dari Sekolah Dasar. Longsor yang membawa matrial pasir sebanyak ratusan meter kubik. Kondisi penanganan sedang dilakukan oleh pihak pengelola perumahan PT Rajawali untuk membuat jalur air,” jelasnya, Minggu (24/6).
Dia khawatir terjadi longsoran baru mengingat pada bukit yang sebagian telah longsor terdapat retakan memanjang. Bila hujan lebat turun lagi, retakan itu akan diisi oleh air dan tidak tertutup kemungkinan akan membawa material baru kebawah bukit.
Untuk mengatasi hal tersebut, supaya air tidak menumpuk yang akan mengakibatkan lonsoran baru, pengembang tengan membuat aliran air.. Sedangkan lonsoran yang terjadi Sabtu itu, dengan ketinggian sekitar 2 meter lebih dan panjangnya mencapai 50 meter lebih. Sebuah sekolah dasar yang berada di dekat perbukitan itu aman dari tanah longsor, ujar Joni Amir.
Kedua orang korban luka tanah longsor itu, di evakuasi ke rumah keluarga terdekat. Mereka bernama Joni Iskandar 34 th dan Tuniah 70 tahun.
Menurut Joni Amir, kronologis kejadian. adanya pembukaan lahan perumahan dari pengembang PT Rajawali yang diduga mengikis bukit serta menimbun mata air di pinggang bukit.
Kondisi saat ini sudah terkendali yang bertugas  dari TRC PB,  PU, Koramil Harau, dan  Polsek Harau dan pihak PT Rajawali sebagai pengembang perumahan..
Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, bersama dinas terkait, Minggu kemarin, meninjau langsung ke lokasi bencana.
Bupati menghimbau  masyarakat  agar lebih waspada, karena cuaca ekstrim berpotensi menimbulkan bencana alam.
Selain itu bupati Irfendi juga memerintahkan kepada Walinagari Gurun, M.Ger supaya menghentikan aktivitas pengembang untuk mengguruk lahan sementara waktu. “Jangan sampai terjadi nanti longsoran tebing bertambah.Kita tak mau korban jatuh akibat bencana tanah longsor ini,” ingat bupati.
Dalam kesempatan itu, bupati menyerahkan bantuan, berupa berbagai peralatan rumah tangga dan pakaian kepada kedua keluarga yang terkena longsor tersebut. (dn/zkf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 17 = 26