FAN-PS mengindikasikan Pansel-walinagari “bermain” dalam rekturmen perangkat

Forum Anak Nagari Panti Selatan (FAN-PS) gelar aksi protes perekrutan aparatur nagari terindikasi ada kecurangan. (Ist)

Lubuk Sikaping (Antaranews Sumbar) – Dewan penasehat Forum Anak Nagari Panti Selatan, Didi Al Amin mengatakan, ada indikasi permainan antara Panitia Seleksi dengan pihak Walinagari untuk memenangkan orang tertentu dalam proses seleksi perangkat nagari Panti Selatan.

“Kita menduga ada permainan. Dugaan kami kian kencang, setelah menerima SK pengumuman penetapan perangkat nagari pada 20 Agustus 2018. Dari enam nama yang lulus, tiga nama memiliki hubungan dekat dengan Walinagari dan Kepala Jorong. Mereka itu, anaknya,” ungkap Didi bersama koordinator aksi, Muhammadi Abdi Lubis, Senin.

Aroma kecurangan dalam seleksi tersebut semakin mencuat dan tercium ke publik. Pasalnya, hasil ujian tertulis para calon perangkat nagari setempat tidak diumumkan ke publik oleh panitia seleksi, seharusnya itu dilakukan.

“Kita berkesimpulan penetapan nama-nama itu melanggar aturan dan undang-undang, sarat praktek nepotisme, tidak transparan. Karena yang terpilih adalah orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan di dalamnya,” katanya.

Berbagai upaya damai sebelumnya sudah ditempuh oleh pihak FAN-PS, namun tidak membuahkan hasil. Termasuk lewat tiga kali mediasi bersama Walinagari, Bamus dan lembaga nagari lainnya, beberapa waktu lalu.

“Kita dari FAN-PS sudah tiga kali mediasi, difasilitasi oleh Bamus dan LSM tapi tuntutan kami tidak diindahkan. Malahan Walinagari tetap keukeuh dengan keputusannya. Beliau, tidak akan membatalkan keputusan seleksi perangkat nagari, karena telah sesuai dengan prosedur pelaksanaan penjaringan perangkat nagari,” ujar Didi.

Padahal, kata Didi, Camat dan Bamus Nagari Panti Selatan sudah memberikan gambaran dan saran supaya Walinagari mempertimbangkan kembali penetapan tersebut. Namun, saran dan masukan itu tidak juga dihiraukan.

“Camat juga sudah berjanji akan melaporkan dugaan nepotisme dalam penjaringan perangkat nagari ini secara tertulis kepada Bupati. Meskipun informasi terakhir, hasil seleksi tidak dapat dibatalkan,” katanya.

FAN-PS pun mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak diindahkan oleh Walinagari Panti Selatan. Apalagi sampai melakukan pelantikan terhadap perangkat nagari yang terdiri atas, Kasi Kesejahteraan, Kasi Pelayanan, Kaur Keuangan dan tiga staf.

“Itu bukan ancaman, tapi sebagai pemberitahuan. Jika Walinagari tetap ngotot melantik nama-nama itu, khususnya tiga nama didalamnya sebagai perangkat nagari di Panti Selatan, kami akan turunkan jumlah yang lebih besar untuk menuntut keadilan,” pungkasnya.

Sementara itu Walinagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman Aswir Karim membantah telah melakukan kecurangan dalam proses seleksi perangkat nagari di nagari itu.

“Tuduhan itu tidak benar. Tidak ada kecurangan, tidak ada nepotisme dalam rekrutmen perangkat nagari sebagaimana dituduhkan oleh Forum Anak Nagari Panti Selatan (FAN-PS) kepada saya,” ujar Aswir di Lubuksikaping, Senin.

Aswir pun menegaskan, bahwa aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh sejumlah pemuda-pemudi di forum itu salah alamat. Sebab, proses rekrutmen perangkat nagari bukanlah wewenang seorang walinagari, melainkan panitia seleksi (Pansel).

“Demo mereka ini salah alamat. Seharusnya hal ini dipertanyakan kepada panitia seleksi, bukan ke saya (Walinagari). Karena rekrutmen itu dilakukan oleh Pansel. Memang, Pansel itu Walinagari yang meng-SK-kannya,” ujarnya.

Ia mengaku kecewa dengan aksi massa tersebut. Meski kecewa, ia tidak bisa melarang, apalagi untuk menghentikan aksi dari anak nagari tersebut. Menurutnya, demontrasi itu hak setiap warga negara dan dijamin oleh undang-undang untuk menyampaikan pendapat.

“Jujur, saya kecewa. Mereka ini anak-anak saya, masih kerabat dengan saya. Untuk mereka ketahui, tahapan seleksi perangkat nagari di Panti Selatan ini sudah dilakukan secara terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Terkait tiga dari enam perangkat nagari yang dinyatakan lulus seleksi memang memiliki hubungan kekerabatan dengan dirinya, juga perangkat nagari lainnya, sebagaimana dituduhkan forum anak nagari tersebut.

“Betul, itu saya akui. Di dalam perangkat nagari yang lulus itu memang ada nama anak saya, jorong dan juga Plt wanag. Tapi, mereka itu lulus murni, mengikuti setiap tahapan, bukan dimanipulasi, apalagi nepotisme,” tukasnya.

Sebelumnya, Senin (3/9) pagi, belasan pemuda yang tergabung dalam Forum Anak Nagari Panti Selatan (FAN-PS) Nagari Panti Selatan, menggelar aksi unjuk rasa di kantor walinagari itu.

Pengunjuk rasa ini menuntut agar Walinagari membatalkan pelantikan perangkat nagari terpilih.

Selain itu, dilakukannya seleksi ulang secara adil dan transparan serta tidak ada nepotisme. Sebab, menurut mereka seleksi terhadap perangkat nagari beberapa waktu lalu dinilai bermasalah.

Namun sayang, kedatangan belasan demonstran ke Kantor Walinagari Panti Selatan, hanya diterima oleh Camat Panti Aswar, Ketua Bamus Nagari Panti Selatan Buya Lukman dan Sekretaris Nagari Wendri Syafrialdi. Aksi ini juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Polsek Panti.

Sementara Walinagari Aswir Karim Tuanku Kari tidak tampak di lokasi. Usut punya usut, ternyata ia memilih tidak masuk kantor. Aswir Karim, memilih menghindari aksi FAN-PS tersebut. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 2 =