Ditahan PSPS Pekanbaru, Semen Padang Gagal Menangkan Derby Sumatera

Semen Padang vs PSPS Pekanbaru (givo alputra)

 

 

 

SINGGALANG.COM, PADANG – Rekor kemenangan kandang skuad Semen Padang FC akhirnya kandas pada laga kelima di pekan 10 Liga 2 Wilayah Barat. Menjamu PSPS Riau, Selasa (24/7) petang di Stadion H. Agus Salim, Kabau Sirah harus rela berbagi angka 1-1.

Derby Sumatera memang sarat gengsi. Pertarungan Kabau Sirah kontra Askar Bertuah itu menyajikan drama sebabak. Tuan rumah unggul cepat di menit 6 melalui sepakan 12 pas sang kapten Irsyad Maulana setelah dirinya diganjal oleh Tegar Hening Pangestu di kotak terlarang itu.

Eksekusi Irsyad itu mengecoh kiper Ismail Hanafi. Satu menit jelang waktu normal habis, tepatnya menit 89 wasit Sunarto kembali menunjuk titik putih karena menganggap Wahyu Kristanto handball. Il capitano Semen Padang FC itu kembali menjadi eksekutor. Sayang, kali ini sepakan kaki kanan jebolan PPLP Sumbar terbaca oleh Ismail Hanafi.
Tiga poin yang di depan mata sekaligus target melanjutkan kemenangan gagal lagi dihasilkan pasukan Syafrianto Rusli.

Sebetulnya, di 45 menit pertama Irsyad cs, lebih mendominasi duel. Sedikitnya dalam catatan Singgalang ada empat peluang gol yang gagal dikonversikan oleh anak-anak Kabau Sirah. Finishing touch menjadi pekerjaan rumah coach Syafrianto Rusli.

Sebaliknya, kubu Askar Bertuah boleh dibilang tak ada menciptakan peluang yang membahayakan jala gawang Rendy Oscario. Serangan yang dibangun dari lini bawah selalu kandas di sektor tengah. Kesalahan mendasar yang membuat serangan yang dirancang lini tengah anak asuh Hendri Susilo menjadi penyebab bola selalu salah umpan. Begitu pula shoot on goal pun tidak ada sama sekali.

Hingga wasit Sunarto meniup peluit tanda 45 menit pertama usai papan skor 1-0 untuk kubu tuan rumah.

Di babak kedua, tim tamu bangkit. Ibarat mendapat energi tambahan setelah keluar dari ruang ganti. Kesalahan elementer yang sering terjadi di babak pertama tak diulangi.
Kubu tuan rumah, tersentak pada menit 67. Aksi shooting kaki kiri Zamrony di luar kotak penalti menembus ke sudut kanan gawang Rendy Oscario, 1-1.

Gol penyeimbang itu membuat kubu tuan rumah tersentak. Hanya saja, upaya coach SR untuk kembali bisa unggul dengan memasukkan Elthon Maran, Mardiono bahkan Gugum Gumilar belum bisa juga hingga menit 88. Semenit kemudian, Kabau Sirah kembali mendapat sepakan penalti. Ya, Irsyad gagal mencatatkan namanya untuk kedua kali di papan skor. Laga pun berakhir 1-1.

Atas raihan ini, Syafrianto Rusli kepada jurnalis usai laga mengakui timnya gagal raih kemenangan yang sudah di depan mata.

 “Kita akui gagal raih kemenangan. Namun begitu, penampilan anak-anak saya terjadi peningkatan. Artinya laga tadi bisa menguasai semua lini, hanya saja finishing touch lagi-lagi yang akan kita benahi,” tutur coach SR yang memberikan selamat kepada PSPS Riau bisa raih poin di Padang.

Bek tengah SPFC, Ahmad Mahrus Bahtiyar tentu sangat kecewa dengan hasil imbang di kandang itu. “Kecewa itu pasti ya. Kita main di kandang. Mudah-mudahan saat tur di Cilegon United, insya Allah akan kita ambil kemenangan lagi,” tekadnya.

Juru taktik Askar Bertuah, Hendri Susilo menyatakan laga sangat bagus. Apalagi target timnya terpenuhi. “Laga berjalan bagus yang lebih bagus lagi apa yang kita targetkan terpenuhi. Kunci dari hasil satu poin ini berkat kesabaran pemain saya dan saya puji permainan anak-anak hari ini,” ungkapnya.

Ungkapan syukur juga disampaikan pemain bek Muhammad Aliah Al Fuad yang mendampingi Hendri Susilo dalam keterangan resmi bersama jurnalis usai laga. “Kami tentu bersyukur dapat curi poin di Padang. Apalagi tuan rumah saat ini tim pemuncak klasemen,” ujarnya singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 7 =