Dimas Setiawan : BMKG: belum ada gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Marapi

Padang, (Antaranews Sumbar) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menyatakan belum ada laporan gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Rabu pagi pukul 07.03 WIB.

Hingga saat ini belum ada laporan yang masuk ke BMKG Minangkabau mengenai gangguan penerbangan. inilah yang dikatakan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Budi Samiadji dihubungi dari Padang, Rabu.

Berdasarkan data Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi Sumatera Barat yang berada di Kota Bukittinggi, mencatat tinggi kolom erupsi diperkirakan mencapai 4.000 meter dari puncak kawah.
Budi mengatakan hingga saat ini erupsi Marapi juga belum berdampak pada kondisi cuaca di Sumatera Barat. Namun pihaknya akan terus memantau perkembangan atmosfir di provinsi ini.

Selain itu, BMKG Minangkabau juga mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan pada 2 Mei 2018 dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam hari di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Agam, dan Padang Pariaman.

Kemudian angin berembus dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 15 kilometer per jam.

Sebelumnya Petugas Pos PGA Marapi Sumbar, Hartanto menyebutkan asap erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan angin bertiup lemah ke arah Tenggara.

Durasi gempa yang terjadi tercatat selama 485 detik dengan amplitudo 10 milimeter.

Gunung Marapi sampai saat ini masih berstatus waspada (level II). Status sudah ditetapkan sejak Agustus 2011.

Dalam keadaan itu, masyarakat sekitar dan wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung yang berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut.

Pihaknya akan memperbaharui informasi jika terjadi perubahan kondisi atmosfir di Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 4