Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Ari Khatulistiwa Akan Dipanggil Polres Pessel

Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Ari Khatulistiwa Akan Dipanggil Polres Pessel
Dua Wartawan Pessel usai diminta keterangan diruang Resum terkait kasus dugaan pelecehan terhadap profesi jurnalistik beberapa waktu lalu di Facebook. (Okis Mardiansyah)

 

 

PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Untuk kelengkapan berkas perkara, penyidik Polres Pessel memanggil dua orang wartawan sebagai saksi terkait kasus dugaan pelecehan profesi jurnalis yang terjadi di Media Sosial Facebook beberapa waktu lalu. Selasa (13/3).

Kasat Reskrim Polres Pessel Iptu Nofrizal Can, melalui Kanit Resum Ipda Darmon mengatakan, pemanggilan saksi berdasarkan laporan polisi : LP/75/B/II/2018/SPKT-II tanggal 8 Februari 2018. Berdasarkan laporan tersebut, pemilik akun facebook Ari Khatulistiwa diduga telah melecehkan profesi pers dijajaring sosial hingga membuat sejumlah wartawan di Painan resah.

“Benar, pemanggilan saksi kita lakukan guna melengkapi sejumlah berkas perkara dalam kasus ini. Secepatnya terlapor akan kita panggil sesuai aturan hukum yang berlaku,” sebutnya.

Ia menjelaskan, dalam penyelesaian berkas perkara tersebut, pihaknya akan mengacu kepada pidana pencemaran nama baik atau penghinaan profesi yang diatur dalam pasal 310 KUHP dan pasal 27 (3) jo pasal 45 (1) UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Secepatnya akan kami proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Sebab, setiap profesi dilindungi undang-undang. Apalagi ini sudah merupakan intruksi dari Kasat Reskrim,” tegasnya.

Sebelumnya, pemilik akun Facebook Ari Khatulistiwa (Defi) warga Lagan Gadang Mudiak Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pessel, dilaporkan ke SPKT Polres Pessel, karena dinilai telah mengeluarkan ujaran kebencian dan melecehkan profesi Wartawan yang bertugas di Painan. Kamis (8/2).

Atas pelecehan profesi tersebut, pada Kamis (8/2), sejumlah Wartawan yang bertugas di Painan, melaporkan pemilik akun Facebook Ari Khatulistiwa ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pessel.

“Jadi, atas komentar yang dimuat Ari Khatulistiwa pada Facebooknya, kami melaporkan ke SPKT Polres Pessel. Kami sebagai wartawan yang bertugas di Painan merasa dilecehkan dan dihina. Atas kejadian ini, kami minta pelaku diproses sesuai UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan UU ITE tahun 2008. Laporan ini, sebagai bentuk keseriusan kami bahwa profesi kami jelas dilindungi oleh negara,” tegas Fahmi Yuhendra, saat melapor ke SPKT Polres Pessel serta didampingi sejumlah Wartawan lainnya.

“Semoga kedepan kejadian ini tak terulang lagi. Kita harapkan kepada pemilik akun Facebook Ari Khatulistiwa lebih cerdas lagi sebagai pengguna medsos. Jangan sampai kata-kata yang dilontarkan menyinggung perasaan orang lain, apalagi ini sudah menyangkut profesi. Sebab, ini yang membaca jutaan umat manusia,” sebutnya lagi.

Kanit SPKT Polres Pessel, Iptu Asma Derita, mengaku sudah menerima laporan tersebut. Dan pihaknya memyebutkan akan segera melimpahkan berkas tersebut ke unit Reskrim Umum (Resum).

“Benar, laporan sudah kami terima sesuai nomor : LP/75/B/II/2018/SPKT-II tertanggal 8 Februari 2018 tentang pelecehan profesi wartawan. Selanjutnya akan kami limpahkan ke unit Resum untuk proses lebih lanjut,” tegasnya. (h/kis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

49 − 44 =