Diduga Lakukan Pungli saat Siswa Ambil Ijazah, Penjaga Sekolah SMAN 1 Sungai Limau Diciduk Polisi

Diduga Lakukan Pungli saat Siswa Ambil Ijazah, Penjaga Sekolah SMAN 1 Sungai Limau Diciduk Polisi
Kasat Reskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polres Pariaman memperlihatkan hasil OTT oknum penjaga sekolah SMAN1 Sungai Limau Padang Pariaman

 

 

 

 

Minangkabaunews

PADANG PARIAMAN – Satreskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polres Pariaman mengamankan oknum penjaga sekolah SMA N1 Sungai Limau Padang Pariaman ketika Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungli (Pungutan Liar) terhadap orang tua siswa di SMA Negeri 1 Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa siang (14/8/2018).

Dalam jumpa persnya, Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan menyebutkan Pungutan Liar (Pungli) OTT (Operasi Tangkap Tangan) dilakukan di salah satu sekolah SMA di Kecamatan Sungai Limau terhadap salah seorang pegawai honorer penjaga sekolah berinisial AN.

“Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan BB uang lebih kurang Rp 9.700.000., kemudian stempel, tanda terima uang, rekap tunggakan siswa sebanyak 260 orang, kartu pustaka dan ijazah siswa,” tutur Kapolres.

Ia mengungkapkan, Berdasarkan dari pengakuan terlapor (pelaku) modus Pungli melalui pengambilan ijazah bagi para siswa yang telah lulus dengan jumlah pungutan Rp.60.000/siswa.

“Dan selanjutnya karena penangkapannya masih berstatus baru, maka kita masih melakukan pendalaman terkait siapa yang memerintahkan dan untuk apa uang ini digunakan,” ulas Kapolres.

Penangkapan dilakukan saat AN bertransaksi langsung dengan salah satu orangtua siswa dan terungkapnya kasus Pungli ini juga berdasarkan adanya laporan dari masyarakat bahwa di sekolah ini telah melakukan pungutan di luar ketentuan yang dibuat oleh pemerintah.

“Berdasarkan keterangan dari pelaku sendiri pungutan ini telah berlangsung dari tahun ketahun lebih kurang selama 6 tahun berjalan. Untuk saat ini AN masih berstatus terlapor dan tidak tertutup kemungkinan bisa ditetapkan jadi tersangka,” tuturnya.

Andry mengulas telah meminta keterangan pada 6 orang saksi termasuk siswa. Sementara pelaku sendiri bisa dikenakan pasal 12 huruf e undang-undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (Warman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 3 =