Diduga Jambret Kalung Balita di Pasar Padang Panjang, Wanita Paruh Baya Diamankan Polisi

Diduga Jambret Kalung Balita di Pasar Padang Panjang, Wanita Paruh Baya Diamankan Polisi

terduga YL (44) saat diamankan warga di Pasar Padang Panjang, Jumat (27/7).

 

PADANG PANJANG – Tertangkap tangan oleh belasan massa ketika tengah berusaha mengambil paksa kalung emas dari leher seorang balita berusia 3 tahunan, seorang wanita paruh baya berinisial YL (44) asal Pampangan Kota Padang, diamankan pihak kepolisian Polres Padang Panjang, sekira pukul 11.00 WIB, Jumat (27/7).

Salah seorang saksi asal Kelurahan Kampung Jambak yang kesehariannya sebagai tukang ojek, Isra Muzia (32) mengatakan, bahwa YL merupakan perempuan yang tampak mecurigakan ketika memepet korban yang tengah dibimbing orangtuanya di tengah keramaian pasar.

“Saya sudah melihat dan mengikuti terduga beberapa saat sebelum beraksi. Kemudian tampak wanita itu mendekati anak dan mengambil kalungnya. Saat itu langsung saya pegang tangannya, dan melihat yang bersangkutan memegang kalung itu. Namun entah dibuang kemana, saat diperiksa seorang petugas Dishub, kalung tidak ditemukan,” ujar Isra Muzia.

Saksi mata lainnya yang turut hadir di Mapolres, yakni Ali Imran, juga mengatakan dirinya pernah melihat terduga di kawasan Pasar Padang Panjang. Bahkan setahun silam, yang bersangkutan pernah berusaha melancarkan aksinya terhadap orangtua si saksi.

“Perempuan ini adalah orang yang dulu juga pernah disebutkan orangtua saya berniat mencopetnya. Namun beruntung cepat ketahuan, sehingga aksinya gagal. Orang ini sering saya liat di Pasar Padang Panjang membawa kantong dan karung yang selalu kosong, dan pernah naik ojek saya untuk diantar ke travel di Simpang Padang,” tutur Ali.

Sementara itu YL terduga copet saat di ruangan Satreskrim Polres Padang Panjang, membantah dirinya melakukan tindak kejahatan tersebut. Bahkan ibu beranak 11 ini mengaku ke pasar daerah berhawa sejuk itu untuk berjualan sayuran. Namun, terduga copet saat ditanyai kepolisian, selalu memberikan keterangan berubah-ubah. Mulai dari berdagang sayur bayam, kacang panjang, kemudian berjualan manggis.

Kepada KBO Satreskrim di ruangan tersebut terduga YL menyebut dirinya akan mengganti kalung emas tersebut. Sembari menangis, terduga YL terus memohon kepada polisi agar tidak ditahan dan diperbolehkan pulang.

“Saya tidak ada mengambil kalung siapa-siapa pak. Kalau dituduh mencuri, biar saya ganti saja kalung anak itu. Kasihan anak saya yang masih kecil-kecil pak,” pinta YL sambil menangis tanpa henti.

Sementara itu, Kapolres Padang Panjang, AKBP. Cepi Noval, SIK melalui KBO Satreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Damanik mengatakan saat ini kasus tersebut telah dilaporkan korban dan dalam proses pendalaman. Pihaknya hingga berita ini diturunkan, masih menunggu saksi lain yang juga nyaris menjadi korban pencopetan terduga YL.

“Untuk sementara ini kami masih mengumpulkan keterangan saksi, termasuk salah seorang yang hampir menjadi korban penjabretan oleh terduga. Berkemungkinan saja saksi tersebut juga mengenali terduga YL adalah orang yang sama melakukan upaya kejahatan terhadap dirinya,” jawab Damanik.

Sedangkan atas pengamanan yang dilakukan terhadap terduga copet tersebut, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang milik YL. Di antaranya satu tas jinjing berisikan 2 helai karung plastik, dompet berisikan uang yang belum dihitung dan beberapa barang serupa jimat. (Del/Putra/AMOI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

52 + = 58