Dianiaya OTK, Pelajar MAN Kotobaru Dilarikan ke M DJamil

Ilustrasi (net)

 

 

 

SINGGALANG.COM, AROSUKA – Peristiwa mengejutkan terjadi di nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Muhammad Irfan (17), pelajar MAN Koto Baru diserang sekelompok pemuda dengan menggunakan rantai, sekira pukul 02.00 Wib menjelang subuh, Sabtu (22/7).

Akibat penyerangan itu, remaja tanggung yang tercatat sebagai warga Simpang Sawah Baliak Koto Baru harus dilarikan ke RSUP M. Jamil Padang.

” Benar terjadi penyerangan. Diperkirakan yang melakukan kelompok gank motor,” kata Wali Nagari setempat, Afrizal Khaidir yamg di konfirmasi di selepas khatam Alquraan masjid Al Ikhwan Bukit Kili, Sabtu (22/8).

Kronologis terjadinya penyerangan terhadap korban, Afrizal Khaidir mengungkapkan, awalnya M. Irfan berdua dengan temannya pulang menyaksikan keramaian malam di tempat orang kenduri.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, korban yang tengah berkendara dengan temannya diserang kelompok orang tidak dikenal dengan menggunakan rantai di depan bengkel Prima Satria Bukit Kili.

Teman korban tidak mengalami apa-apa. Tetapi korban yang merupakan warga jorong Simpang Sawah Baliak, mengalami luka serius pada leher dan dada.

” Masyarakat kemudian melarikan kerumah sakit, kemudian di runuk ke RS. M. Jamil Padang,” ucapnya.

Pada saat kejadian, ulas Afrizal Khaidir,
korban tidak sadarkan diri. Para kawanan langsung melarikan diri. ” Setelah dibantu warga, kita melaporkan kejadian ini ke Polsek Kubung,” tuturnya.

Disebutkan Wali nagari, Polisi masih mendalami motifnya dan mencari pelaku.

 

Polisi Gelandang  Delapan Terduga Penganiayaan Pelajar MAN Kotobaru.

Inilah delapan terduga penganiayaan terhadap pelajar MAN Kotobaru. (ist)

Delapan remaja tanggung yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pelajar MAN Kotobaru, Muhammad Irfan (17) pada Sabtu  (21/7) dinihari, diringkus polisi. Kawanan pelaku penganiayaan tersebut dapat diringkus dalam waktu relatif cepat.

Berawal dari keterangan saksi, berikut pengakuan salah seorang  AN yang sudah diamankan terlebih dahulu, tujuh pelaku lainnya berhasil diciduk petugas Mapolres Solok bersama jajaran Polres Solok kota di sejumlah tempat di wilayah kota dan kabupaten Solok, Minggu (22/7).

Para pelaku yang diamankan itu,  MDV (16), SZ (15), YFD (15), AA (15), RMS (15), AS (18) dan GY (15).

Dari tangan tersangka, petugas menyita 1 bilah clurit, 1 bilah klewang dan 1 buah gear motor yang diikat dengan sabuk. Ketujuh tersangka berikut barang bukti kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Kubung.

Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan, Senin (23/7),  menjelaskan proses penangkapan delapan orang remaja tanggung yang diduga melakukan penganiayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

95 − 87 =