Bos PT. Nasara Resort Dilaporkan ke Polisi

Mantan Manager PT. Nasara Resort mengantarkan berkas pengaduan ke Sat Reskrim Mentawai. (ers)

 

 

MENTAWAI – Bos PT. Nasara Resort Stephen John Thomas dipolisikan dengan tuduhan penipuan, penggelapan dan pencemaran nama baik terhadap mantan Manager Operasional PT. Nasara Resort, A.E. Persulessy. Laporan yang dibawa ke pihak Polres Mentawai sudah dilengkapi dengan bukti-bukti, baik segala macam bentuk transfer maupun nota-nota pembelian barang yang berada di lokasi PT. Nasara Resort.

“Akan tetapi, pihak yang bersangkutan tidak mengakuinya, malah saya dituduh mencuri dan berbohong, bahkan megeluarkan kata-kata binatang kepada saya. Hal ini sudah melewati batas serta ada juga kata ancaman,” kata A.E. Persulessy saat ditemui di Mapolres Mentawai, Rabu (18/4).

Pengaduan yang disampaikan itu merupakan laporan awal. Ia menyerahkan pihak kepolisian untuk melakukan investigasi sesuai data laporan. Diharapkan ada jalan keluar.

Diakuinya, sebenarnya ia tidak menginginkan persoalan itu terjadi untuk diributkan. Namun, pihak bersangkutan sengaja menggiring melaporkan saya ke pihak polisi bersama pengacaranya, ini sesuai pembicaraan lewat seluler, kata Persulessy.

Dikatakan, sejauh ini tidak ada niat baiknya untuk membayar kerugian uang yang sudah terpakai. Laporan yang disampaikan ke pihak Polres Mentawai khusus untuk PT. Nasara Resort, dimana direkturnya, Stephen John Thomas, Rudy Chelses dan Cody Thomas, ia percayakan pada pihak berwajib untuk mengusutnya.

Persulessy mengaku sudah siap untuk menghadapi proses hukum sampai ke tahap akhir di pengadilan. Apalagi, katanya, persoalan tersebut terkait dengan perusahan asing. Seharusnya perusahan asing yang berinvestasi di Indonesia harus mematuhi undang-undang yang berlaku di negara ini, katanya.

Ia mengaku ditunjuk sebagai manager operasional sejak November tahun 2017 untuk menyelesaikan masalah yang pernah di ekspos di media massa soal pekerja asing yang tidak mengantongi izin visa bekerja di Indonesia yang berlokasi di Mentawai. Akhirnya WNA tersebut dideportasi.

Sebenarnya, kata Persulessy, pihak PT. Nasara Resort sudah banyak diberikan arahan dari pemerintah setempat untuk mengarahkan perusahaan tersebut pada rel yang benar, mengikuti aturan-aturan yang berlaku di Indonesia. Selama perbaikan administrasi, diupayakan untuk berhubungan dengan pihak kementrian, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah setempat terkait perizinan. Namun, di tengah proses tersebut berjalan, tiba-tiba ia diberhentikan tanpa dibayar sepersen pun. Bahkan, ia mengaku, uang miliknya yang terpakai belum semua diganti oleh Bos PT. Nasara Resort.

“Paling yang meyakitkan itu, saya dituduh mencuri tanpa ada barang bukti. Sementara, tidak ada barang milik PT. Nasara yang dicuri, bahkan pihak perusahaan yang berhutang sama saya. Kalau ada bukti, saya siap dilaporkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mentawai, Iptu. Heritsyah mengatakan, laporan pengaduan yang diberikan mantan manager operasional PT. Nasara Resort merupakan laporan awal. Polisi membutuhkan waktu untuk mempelajarinya.

Pada prinsipnya, katanya, laporan tersebut tetap ditindaklanjuti. Namun, dibutuhkan beberapa saksi dalam persoalan tersebut. Apalagi, Bos PT. Nasara Resort merupakan orang asing, tentu menunggu waktu untuk datang memenuhi pemanggilan.

“Persoalan kasus pidana seperti ini tidak bisa ditentukan batas waktunya, karena statusnya masih dalam status lidik,” sebut Heritsyah. (ers)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

97 − = 88