Bocah Penderita Gizi Buruk di Padang Dirujuk ke RSUP M. Djamil

Habil, bocah tujuh tahun penderita gizi buruk, dirawat di RSUD Dr. Rasidin Padang, Rabu (24/01/2018). (Foto: J. Sastra)

Padangkita.com – Habil, bocah tujuh tahun penderita gizi buruk di Kelurahan Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, akhirnya dirawat di RSUD Dr. Rasidin Padang sejak kemarin, Selasa (23/01/2018). Sang ayah Afrizon mengatakan Habil diantar oleh pihak Puskesmas Lubuk Begalung dan pihak Baznas Padang ke RSUD pukul 12.00 WIB.

Afrizon sekarang sudah sedikit lega melihat kondisi anaknya. Menurutnya, kondisi Habil sudah lebih baik daripada sebelumnya sejak dirawat di RSUD, meski belum ada perubahan yang signifikan. Mata sang anak yang sebelumnya terus menatap ke atas, sekarang sudah tidak lagi.

“Kondisinya sudah lebih baik. Kemarin matanya terus melihat ke atas, sekarang sudah seperti biasa kembali,” ujar Afrizon, ayah Habil kepada Padangkita.com, Rabu (24/01/2018) siang.

Berdasarkan pantauan Padangkita.com ke RSUD, Habil dirawat di Ruangan Bangsal Anak bersama sejumlah pasien anak lainnya. Ia ditunggui oleh aya, ibu, dan adik perempuannya yang masih berusia setahun kurang. Karena belum bisa makan, asupan makanan Habil masih bersumber dari cairan infus dan susu yang disalurkan melalui hidung.

Kepala Ruangan Bangsal Anak RSUD Dr. Rasidin Siska Olivia mengonfirmasi bahwa Habil memang mengalami gizi buruk. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter ahli, Habil menderita gizi buruk tipe marusmus (kekurangan kalori dan protein). Untuk saat ini, kata Siska, kondisi pasien masih stabil.

Siska melanjutkan, rencananya pasien akan dirujuk ke RSUP M. Djamil hari ini. Hal itu dilakukan karena RSUD tidak memiliki ruang rawat intensif, sedangkan pasien butuh dipantau setiap jam. RSUD, kata Siska, hanya memiliki ruang rawat gabung sehingga pasien dirawat di satu ruangan yang sama dengan pasien lainnya.

“Kalau di M. Djamil kan ada pemantauan intensif, ada nanti mesin yang bekerja memonitor. Kalau surat-suratnya selesai, akan kita rujuk hari ini,” ujarnya.

Terkait biaya perawatan pasien, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferry Mulyani mengatakan pihaknya telah menyelesaikan urusan BPJS keluarga pasien. Sebelumnya, pasien sudah terdaftar pada BPJS tipe ketiga (premi Rp25 ribu), tetapi menunggak selama sebelas bulan karena keterbatas ekonomi.

Tunggakan tersebut, kata Mulyani, telah ditalangi oleh pihak DKK Padang. Untuk ke depannya, BPJS keluarga pasien akan dialihkan ke Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato yang preminya ditanggung oleh Pemda.

Mulyani pun mengharapkan Habil bisa segera sembuh dan mengalami perbaikan gizi, meskipun butuh waktu yang lama. Pendampingan dari keluarga, petugas kesehatan, dan masyarakat sekitar.

“Kita lihat tingkat ekonomi keluarga berada di bawah garis. Mungkin ada bantuan UMKM ke orang tuanya dalam bentuk pekerjaan yang lebih baik atau dari Dinas Sosial. Kalau mau melakukan pembenahan bukan pada yang sakit ini, tetapi kepada keluarganya,” ujar Mulyani seusai mengunjungi Habil di RSUD Dr. Rasidin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 4 = 4