BMKG memberi peringatan akan adanya cuaca ekstrem pada seminggu ke depan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan akan adanya cuaca ekstrem pada seminggu ke depan. Adanya anomali cuaca yang terjadi akhir-akhir ini merupakan salah satu penyebab kecelakaan kapal di Danau Toba.

Kepala BMKG, Dr Dwikorita Karnawati mengatakan masyarakat perlu mewaspadai kondisi cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. Walau patut diketahui Juni ini, sebagian besar wilayah Indonesia telah masuk musim kemarau.

“Berdasarkan pantauan BMKG, bahwa tujuh hari kedepan diperkirakan masih akan terjadi anomali cuaca akibat adanya tekanan rendah di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina, serta udara basah dari Samudera Hindia dan sirkulasi siklonik di wilayah Samudera Hindia Barat Bengkulu, Selat Karimata, dan Selat Makassar,” tutur Dwikorita, dari rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (20/6).

Hal ini menurut dia mengakibatkan adanya pola pertemuan aliran udara di Bagian Selatan Kalimantan, Perairan Selatan Bangka Belitung, Sumatera Selatan-Lampung, Bengkulu hingga Samudera Hindia. Ia pun menambahkan terdapat belokan angin di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Kondisi inilah yang menyebabkan peningkatan cuaca ekstrim, seperti hujan sedang-lebat yang disertai petir dan kilat serta angin kencang yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Potensi cuaca ekstrim pun dapat menyebabkan terjadinya potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter yang diprakirakan terjadi di Perairan Utara dan Barat Aceh, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Pulau Simeuleu hingga Kep. Mentawai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

87 + = 93