Begini cara Nagari Lakitan Tengah Pesisir Selatan kembangkan objek wisata

Salah satu air terjun di Kampung Tanjung, Lakitan Tengah. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) – Nagari (desa adat) Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menggandeng UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dinas Kehutanan Sumbar, untuk mengembangkan objek wisata di nagari itu.

“Kami memiliki objek wisata air terjun, hanya saja kami terkendala dalam pengembangannya karena berada di dalam kawasan hutan,” kata Wali Nagari Lakitan Tengah, Irwandi di Painan, Jumat.

Ia mengatakan sangat bersyukur dengan adanya pola kemitraan yang ditawarkan KPHP yang sudah ditindaklanjuti dengan melengkapi sejumlah berkas sebagai persyaratan.

“Jika semuanya berjalan sesuai rencana sekitar September atau Oktober tahun ini kami dengan pihak KPHP akan menandatangani naskah kesepakatan kerja sama,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari rencana awal terdapat lahan lebih kurang seluas 349,19 hektare yang akan dikelola pada kemitraan tersebut.

“Kepala UPTD KPHP sudah meninjau lokasi, sementara kunjungan jajaran ke nagari sudah berapa kali dilakukan, dan kami berharap semuanya berjalan sesuai rencana,” katanya lagi.

UPTD KPHP sebutnya akan membantu pengembangan objek wisata mulai dari membuat desain tapak hingga pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung.

Kendati demikian pihaknya juga akan menyokong pembangunan dengan mengalokasikan dana nagari untuk pengembangan objek wisata.

Dengan adanya kerja sama tersebut, ia berharap selain akan berdampak terhadap pemasukan asli nagari dari penjualan karcis masuk ke lokasi, ia juga berharap akan mengurangi pengangguran.

Selanjutnya berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, karena dengan kedatangan wisatawan seluruh sektor akan merasakannya, mulai dari penjual makanan ringan, penjualan bahan bakar eceran, tukang parkir dan lainnya.

Di Nagari Lakitan Tengah, tepatnya di Kampung Tanjung Durian terdapat objek wisata air terjun yang berada di tujuh lokasi yang berdekatan, bagi masyarakat pecinta alam dan juga anggota pramuka lokasi ini sudah cukup familiar karena kerap mereka datangi karena keindahannya.

Hanya saja akses ke lokasi medannya masih agak sulit, butuh waktu satu sampai satu setengah jam berjalan kaki dari pemukiman untuk sampai ke lokasi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 47 = 56