BBPOM Padang Periksa Jajanan Anak Sekolah

BBPOM Padang Periksa Jajanan Anak SekolahIlustrasi (haluan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Untuk mengawasi keamanan makanan dan jajanan anak sekolah, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang mendatangi kantin-kantin sekolah di kota itu, Selasa (28/8). BBPOM memeriksa kantin untuk memastikan jajanan yang dijual di sana aman, sehat, dan tidak berbahaya bagi pelajar.

Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya memeriksa jajanan di kantin sekolah, tetapi juga jajanan di luar kantin sekolah. Selain itu, BBPOM memeriksa dan meminta identitas dan kartu pengenal penjual jajanan lepas tersebut.

“Teknisnya, kita langsung datangi sekolah dan menuju ke kantinnya untuk melakukan pemeriksaan makanan, baik dari segi kesehatan, keamanan bahan yang digunakan, kemasan, dan lainnya. Setelah memeriksa kantin, kami juga minta identitas pedagang di luar pagar. Jika suatu saat ada masalah, kita sudah mengantongi identitas semua pedagang jajanan di luar pagar,” tuturnya.

Ia menyebutkan, BBPOM Padang melakukan pengawasan secara berkala ke sekolah yang berbeda-beda. Ke depan, pihaknya melakukan pengawasan ke semua sekolah di Padang.

“Kami bergerak dari sekolah dasar (SD) dulu karena jajanan yang dikhawatirkan memang dari anak SD. Kami mulai melakukan penyisiran secara bertahap karena memang sekolah cukup banyak di Sumatra Barat (Sumbar). Setelah itu, kami melanjutkan pemeriksaan ke tahap atas dan seterusnya,” ujar Martin.

Selain memeriksa dan mengawasi jajanan anak sekolah, BBPOM Padang tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang, baik kepada pedagang keliling maupun pelaku usaha yang sudah memiliki organisasi.

“Kami memberikan edukasi rutin tentang segala hal kepada pelaku usaha, mulai dari cara memilih bahan makanan yang sehat, cara mengolah makanan yang aman, alat yang digunakan, sampai kemasan yang digunakan. Pokoknya, semuanya kami edukasi supaya jajanan yang dikonsumsi anak-anak aman dan sehat,” ucapnya.

Imbauan Dinkes Sumbar

Terkait dengan ditemukannya jajanan yang kurang sehat beredar di lingkungan sekolah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Merry Yuliesday, mengimbau semua pihak, terutama orang tua, untuk turut berpartisipasi mengurangi bahaya jajanan tersebut bagi anak.

Merry berpesan agar seluruh pihak tidak tutup mata terhadap jajanan anak ini. Ia meminta pihak yang menemukan jajanan tidak sehat melapor ke pihak berwenang.

Ia juga meminta kepala sekolah mengontrol pedagang yang berjualan di sekolah menyampaikan bahwa pedagang tidak boleh memakai bahan pengawet, pewarna, dan bahan yang dilarang lainnya, serta memberikan sanksi kepada pedagang yang melanggar aturan. Selain itu, kepala sekolah bisa membuat peraturan bagi anak-anak sekolah tidak boleh jajan di luar pagar sekolah.

“Kemudian guru-guru di sekolah yang bisa mengedukasi anak-anak tentang jajanan sehat atau referensi tempat jajan yang sudah terjamin dan tepercaya,” ucapnya.

Menurut Merry, yang paling penting peran orang tua dalam mengurangi jajanan yang tidak sehat bagi anak, yakni dengan mengedukasi anak dan menyiapkan bekal makanan untuk anak agar anak tidak jajan sembarangan.

Mengenai kasus terbaru terkait dengan adanya temuan pestisida dalam jajanan anak, Merry menilai hal itu cukup memprihatinkan.

“Meskipun tidak marak dan kasusnya tidak banyak ditemukan, tetapi sekarang masih ada pedagang-pedagang nakal yang seperti itu. Apalagi yang terbaru ada yang menggunakan pestisida. Sampai tidak habis pikir bagaimana bisa pedagang nakal itu berbuat demikian,” tuturnya.

Ia menambahkan, yang tak kalah penting, pedagang harus membiasakan hidup bersih, harus sadar akan pentingnya cuci tangan.

“Cuci tangan itu penting banget. Dulu ada kasus seorang anak terkena penyakit kuning. Setelah dicari tahu, muaranya ternyata jajanannya tidak bersih,” katanya. (h/mg-yes/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 76 = 79