BBPOM Padang: Kental Manis Belum Dilarang

BBPOM Padang: Kental Manis Belum DilarangIlustrasi (haluan)

 

 

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM –  Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang Martin Suhendri mengatakan pihaknya belum menerbitkan larangan terkait konsumsi kental manis yang belakangan disebut berbahaya. Untuk menyikapinya, mereka saat ini masih menunggu arahan dari pusat.

“Kami belum bisa memberikan imbauan untuk melarang karena belum dapat arahan dari pusat. Kami masih menunggu klarifikasi dari pusat. Harap sabar menunggu,” ucapnya pada Haluan, Kamis (5/7).

Meski demikian, Martin menyebutkan bahwa kental manis memang banyak mengandung gula. Hal itu jelas tidak baik bagi penderita diabetes.

“Bagi penderita diabetes dianjurkan tidak mengkonsumsi terlalu banyak dan sering. Namun, gula tersebut kan dibutuhkan tubuh untuk energi asalkan seimbang. Jadi selama kita bergerak ya tidak masalah juga asalkan tidak berlebihan. Sementara itu yang bisa kami sampaikan,” tutur Martin.

Seperti yang tersebar di banyak  media daring (dalam jaringan), susu kental manis tersebut tanpa padatan susu sama sekali. Susu kental manis telah berhasil “menipu” masyarakat yang justru sering menyajikannya untuk anak, sebagai alternatif dari susu bubuk yang memiliki harga lebih mahal.

Terpisah, Kepala Dinas Pedagangan Endrizal saat dihubungi Haluan, menyampaikan belum mendapatkan intruksi dan koordinasi dari BBPOM terkait isu tersebut.

“Kami belum bisa bergerak selama belum ada instruksi dari pusat, baik itu larangan maupun penarikan produk,” ujar Endrizal.

Ia menyebutkan, jika statement dari BBPOM bahwa di dalam susu kental manis kadar gulanya cukup tinggi kita juga turut mengimbau kepada masyarakat supaya tidak mengkonsumsi terlalu berlebih.

“Imbauan kami juga masih bersifat lisan, belum bisa tulisan selama tidak ada instruksi yang tegasdari pusat. Sebenarnya tidak hanya untuk susu kental manis saja. Makanan atau minuman lainnya yang terlalu tinggi gulanya hendaknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Disarankan konsumen bisa membaca instruksi komposisi terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi,” katanya. (h/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 13 =