Bawaslu Riau telusuri pelanggaran selama masa tenang

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau bersama dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) menelusuri beberapa dugaan pelanggaran aturan pemilihan kepala daerah yang dilaporkan masyarakat selama masa tenang 24-26 Juni.

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengatakan bahwa Bawaslu saat ini sedang bekerja keras untuk melakukan penelusuran terkait dugaan pelanggaran netralitas oleh ASN, dan dugaan pelanggaran oleh paslon. Rusidi menjelaskan selama masa tenang Bawaslu menerima sejumlah laporan pelanggaran dari masyarakat. Dugaan pelanggaran kebanyakan dilaporkan terjadi di Kota Pekanbaru, antara lain berkenaan dengan praktik politik uang, netralitas aparatur sipil negara (ASN), kampanye di luar jadwal lewat media sosial dan pemasangan alat peraga kampanye.

Rusidi juga mengatakan pengkajian serta penelusuran ini dalam melengkapi atau memenuhi syarat baik unsur formal maupun unsur materil. Terkait kabar penangkapan pelaku politik uang pada Selasa malam (26/6) di Polresta Pekanbaru, ia mengatakan, Bawaslu sudah melakukan penelusuran dan mengidentifikasi laporan dari warga ke panitia pengawas pemilu di Rumbai mengenai pemberian materis seperti kain bahan baju disertai stiker dari satu pasangan calon peserta pilkada.

Rusidi menyebutkan keterlibatan ASN dalam kampanye melalui media sosial juga tidak luput dari perhatian Bawaslu, yang ingin memastikan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau tahun ini belangsung baik. Rusidi mengimbau warga yang mengetahui atau melihat adanya pelanggaran dalam tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah segera melapor ke panitia pengawas pemilu terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 67 = 75