Atlet dayung Sumbar terancam gagal berlaga di Kejurnas

Ilustarsi – Sejumlah atlet dayung berlatih di banjir kanal Gor H Agussalim, Padang, Sumbar, Kamis (21/6).ANTARA SUMBAR/Adi Prima/Maril/18.

Padang, (Antaranews Sumbar) – Puluhan atlet dayung putri Sumatera Barat terancam gagal berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dragon Boat 2018 di Palembang, Sumatera Selatan karena persoalan pendaanaan.

Salah seorang atlet Ayu Azhari di Padang, Senin mengatakan tim akan berangkat ke Palembang untuk mengikuti iven nasional namun uang yang diberikan oleh KONI Sumbar hanya Rp20 juta, sementara atlet dan ofisial yang berangkat berjumlah 60 orang.

“Jumlah itu tentu tidak akan memadai untuk kami berangkat baik untuk transport, uang makan, penginapan dan kebutuhan lainnya,” kata dia.

Menyikapi hal ini pihaknya melakukan unjuk rasa ke DPRD Sumatera Barat menggunakan perahu yang diderek oleh satu unit mobil. Para atlet duduk di atas perahu sambil melakukan orasi.

Mereka membawa spanduk bertuliskan “Kami atlet dayung putri yang tidak diberangkatkan karena keterbatasan anggaran. Kami mohon dukungan moral dan moril masyarakat Sumbar”, “Bapak dewan yang kami cintai kami ingin tetap berangkat dengan memakai kendaraan naga.Tolong dilepas secara resmi oleh anggota dewan dan Kadispora Sumbar, berangkat tanggal 10 Juli 2018 pukul 12.00 WIB”

Para atlet melakukan unjuk rasa mulai dari kawasan GOR Haji Agus Salim menuju Kantor DPRD Sumatera Barat dan melakukan orasi dan kembali lagi ke kawasan GOR Haji Agus Salim.

Ketua Persatuan Olahraga Dayung Suluruh Indonesia (PODSI) Sumbar Ismunandi Sofyan mengatakan para atlet telah mempersiapkan diri sejak lama untuk mengikuti iven ini namun anggaran yang diberikan KONI tidak mencukupi.

“Saya sendiri kaget dengan jumlah dana diberikan KONI Sumbar kepada kami karena jumlah itu tidak layak dan bentuk penghinaan. Keberangkatan kami jelas untuk mengharumkan nama Sumbar di level nasional,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar Amora Lubis mengaku prihatin dengan hal tersebut, seharusnya persoalan pendaanan ini harus disusun sejak awal agar dapat dibahas dalam penganggaran di APBD.

“Ini harusnya menjadi perhatian bagi KONI dan pengurus cabang olahraga dalam mengusulkan kegiatan mereka. Apalagi iven selevel nasional persiapannya sejak jauh hari sehingga dana dapat diusulkan sedari awal,” kata dia.

Saat ini tentu anggaran tambahan tidak dapat diproses karena masa pembahasan telah berlalu karena mekanismenya telah baku.

“Anggaran kita tidak dapat naik di tengah jalan. Apabila mereka membutuhkan dana maka bisa didapatkan dari pihak lain,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

21 − 11 =