Apes! Ditipu Korbannya, Perampok di Pasaman Ini Asmanya Kambuh

Apes! Ditipu Korbannya, Perampok di Pasaman Ini Asmanya Kambuh            Salah seorang kawanan rampok berhasil ditangkap polisi di duo koto ini terpaksa dipakaikan oksigen, karena asmanya kambuh.

PASAMAN, HALUAN–Apes betul nasib perampok satu ini. Aksinya yang hendak merapok uang salah seorang nasabah Bank BRI, Nasrun (55), warga Rambahan Baru, Nagari Tanjung Betung, malah ketiban sial.

Pasalnya, bungkusan yang ia bawa kabur usai mencegat korban ternyata hanya berisikan batu bata dibalut kain, bukan segepok uang seperti yang ia banyangkan.

Oleh korban, ternyata, bungkusan uang yang baru saja ia ambil dari salah satu Bank di Rao itu, sengaja diganti dengan batu bata dibalut kain untuk mengelebui jika pelaku perampokan.

Tak hanya itu, seorang pelaku yang berhasil ditangkap polisi, mendadak sesak nafas. Ia diduga mengalami penyakit asma. Sehingga aparat membantu mencarikan alat bantu oksigen.

Aksi perampokan ini terjadi di Jalan raya Beringin, Nagaro Lansekkadok, Kecamatan Rao Selatan. Tepatnya di depan toko Rahmad Bangunan dan didepan simpang SDN 03 Beringin, pada Jumat (26/1), sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa ini membuat histiris warga sekitar.

Dari informasi yang berhasil dirangkum Haluan, kejadian bermula saat korban yang diketahui kerabat Dolok Sordang (DS) ini baru saja pulang mengambil uang dari salah satu Bank di Rao.

Ia membawa uang mengunakan mobil pikap jenis Mitsubishi L300. Namun nahas, di tengah perjalanan menuju rumah korban malah dicegat oleh pelaku.

Korban yang ketakutan karena dipepet pelaku hanya bisa terdiam di balik kemudi. Tanpa ragu, pelaku pun langsung membawa kabur bungkusan yang diletakkan korban disampingnya.

Pelaku pun kemudian langsung tancap gas melarikan diri ke arah selatan.

Mendapat informasi perampokan, aparat kepolisian Polsek Rao bersama tim Resmob Satreskrim Polres Pasaman langsung memburu pelaku

Kasatreskrim Polres Pasaman, Iptu Zulhendri saat dikonfirmasi Haluan, membenarkan jika telah terjadi perampokan. Zulhendri mengatakan, pelaku berhasil ditangkap disekitaran Panti oleh petugas gabungan.

“Anggota langsung mengejar pelaku kearah Duokoto, di sekitaran Panti pelaku berhasil kami cegat. Mereka ini komplotan berasal dari Palembang,” katanya.

“Yang dirampok pelaku ternyata bukan uang, melainkan batu bata yang dibungkus korban dengan kain menyerupai bentuk uang dan dimasukan di amplop Bank BRI. Sementara uang itu, masih aman bersama korban, karena ditaruh didalam bajunya sendiri,” kata Zulhendri.

Namun, kata dia, pihaknya tetap memintai keterangan pelaku. Sebab, kata dia, korban juga pernah melaporkan kehilangan uang puluhan juta, sekitar dua bulan lalu, usai mengambil uang dari bank di Rao.

“Dia (korban) ini juga pernah kehilangan uang dua bulan lalu. Uang, ditaruh dalam jok motor. Korban, mungkin sudah merasa dia diikuti pelaku,” katanya.

Pihaknya, kata dia, masih mendalami keterkaitan pelaku dengan peristiwa yang pernah menimpa korban tersebut, beberapa bulan lalu. Namun, kata Zulhendri,  pihaknya tidak memiliki cukup alat bukti untuk menjerat pelaku.

“Tadi, anggota sempat nanyain itu, tapi pelaku tidak ngaku. Dan akmi tidak bisa menghukum pelaku, karena kerugian tidak ada,” tukasnya.

Para pelaku diketahui berinisial T dan D, merupakan warga asal Palembang. Mereka ditangkap dari dua lokasi berbeda, Panti dan Cubadak, Duo koto. Para pelaku,merupakan empat sekawan.

Kawanan rampok asal Palembang itu meminta Nasrun menyerahkan sebuah kantong plastik yang diduga berisi uang Rp50 juta pada mereka.

Karena takut, Nasrun langsung menyerahkan kantong tersebut pada mereka. Begitu berhasil meraih kantong tersebut, keempat pelaku langsung kabur.

Namun, Nasrun tidak tinggal diam. Melihat kawanan tersebut kabur, ia langsung meneriaki keempat pelaku untuk mendapatkan bantuan dari warga setempat.

Polisi yang mengetahui aksi tersebut langsung memburu pelaku dan menghadangnya di jalan raya Panti, namun sindikat berhasil lolos dan melarikan diri ke arah Dua Koto.

Dengan berbekal jalur komunikasi lintas kepolisian sektor setempat, pihak Polres Pasaman kemudian berhasil meringkus dua pelaku di kawasan Cubadak, sedangkan dua pelaku lainnya berhasil kabur ke dalam hutan. (h/yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − = 13