Ancaman longsor di Kelok 44

Anggota Satgas BPBD Kabupaten Agam, sedang memotong kayu yang sedang melintang di jalan Kelok 3. Pohon itu tumbang akibat curah hujan dan angin kencang melanda daerah itu, Selasa (26/6) malam. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Kelok 44 karena daerah itu rawan longsor dan pohon tumbang.

“Apabila curah hujan tinggi segera mencari lokasi lebih aman, agar tidak menjadi korban tanah longsor dan pohon tumbang,” kata Kepala BPBD Agam, Muhammad Luthfi Ar di Lubukbasung, Rabu.

Ia mengatakan Kelok 44 sering terjadi longsor dan pohon tumbang saat curah hujan tinggi melanda daerah itu karena tanah di sepanjang Kelok 44 itu sangat labil, sehingga saat curah hujan tinggi melanda daerah itu maka akan turun.

Ia menyebutkan pada Selasa (26/6), longsor terjadi di Kelok 6 menutup sebagian badan jalan sepanjang 10-15 meter dengan lebar 1,5 meter dan ketinggian 30-50 centimeter pada Selasa (26/6) sekitar pukul 20.30 WIB.

Sementara badan jalan Kelok 7 terban pada Selasa (26/6) sekitar pukul 20.30 WIB.

Sedangkan pohon tumbang menutupi badan jalan di Kelok 3 dan Kelok 4, sehingga jalan tidak bisa dilewati kendaraan.

“Kelok 3 juga terimbun material longsor pada Rabu (27/6) sekitar pukul 00.15 WIB,” katanya.

Untuk membuang material tanah longsor dan pohon tumbang, BPBD mengerahkan anggota Satgas dibantu pihak Kecamatan Tanjungraya, Nagari Maninjau dan masyarakat setempat.

Dengan cara itu, material longsor dan pohon tumbang sudah bisa dibersihkan sehingga arus transportasi kembali normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 1 =