Ada penolakan warga pemilik lahan, pembangunan tol Padang Pariaman-Pekanbaru tertunda

Padang, (Antaranews Sumbar) – Pembangunan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru, Riau tertunda karena adanya penolakan warga pemilik lahan yang menilai harga ganti kerugian yang ditetapkan pemerintah terlalu rendah.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit  ditunda dulu sementara sambil menunggu negosiasi dengan warga yang lahannya masuk dalam rencana trase pembangunan tol.
Ia mengatakan itu terkait progres pembangunan tol Padang Pariaman-Pekanbaru, Riau yang “groundbreaking”nya dilakukan Presiden RI Joko Widodo pada Februari 2018.

Harga yang ditetapkan pemerintah sebenarnya cukup tinggi dengan rentang Rp32 ribu per meter hingga Rp286 ribu per meter tergantung segmen masing-masing.

Namun masyarakat pemilik lahan menyangka harga Rp32 ribu per meter itu merata untuk semua, sehingga muncul reaksi penolakan. Bahkan masyarakat sepakat meminta penghentian sementara proses pengerjaan jalan tol hingga ada kejelasan.

Secepatnya pemerintah daerah akan menetapkan harga untuk setiap segmen tanah, berkoordinasi dengan Wali Nagari setempat, sebagai orang yang menjadi pembanding harga tanah.

Penolakan masyarakat tersebut otomatis menyebabkan target penyelesaian tol Padang Pariaman-Pekanbaru sepanjang 244 kilometer itu terundur. Sebelumnya Pemprov Sumbar menargetkan proses pembayaran ganti rugi rampung pada Juli 2018.

Pembangunan jalan tol Padang Pariaman – Pekanbaru akan dilakukan dalam tiga tahap hingga 2023 mendatang. Tahap I menghubungkan Padang-Sicincin sepanjang 27 kilometer. Tahap II menghubungkan Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km. Tahap III menghubungkan Sicincin-Bangkinan sepanjang 189 km.

Pembangunan menggunakan dana pinjaman dari Jepang dengan total kebutuhan diperkirakan Rp 78,09 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

40 − = 37