JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunggu pengganti lima bakal calon anggota legislatif DPR yang merupakan mantan koruptor. Kelimanya berasal dari Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa. Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya sudah mengembalikan berkas dua bakal caleg ke Golkar dan tiga bakal caleg ke PKB. Kedua parpol tersebut berkomitmen untuk mengganti mereka. Oleh karena itu, pihaknya menunggu hingga batas terakhir pada Selasa (31/7/2018).

Setelah itu, KPU akan menyusun dan mengumumkan daftar calon sementara (DCS) pada 8-12 Agustus 2018. Pada tahap ini, seluruh data akan dibuka agar masyarakat dapat menyampaikan tanggapan dan masukan terhadap DCS, pada 12-21 Agustus 2018. Jika ada masukan, KPU akan mengklarifikasi kepada parpol pada 22-28 Agustus 2018. Parpol diberi waktu untuk memberi tanggapan pada 29-31 Agustus 2018.

PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan melarang mantan narapidana kasus korupsi untuk menjadi caleg. Pasal 4 Ayat 3 PKPU disebutkan, dalam seleksi bakal calon secara demokratis dan terbuka, tidak menyertakan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, dan korupsi. Selain itu, pelarangan diakomodasi dalam pakta integritas yang harus ditandatangani pimpinan parpol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 9 =