JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menghormati vonis 15 tahun penjara terhadap mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Meski demikian, KPK menganggap vonis tersebut belum maksimal sesuai tuntutan jaksa, yakni 16 tahun.

Menurut Laode, jaksa KPK akan mempelajari lebih lanjut terkait putusan tersebut untuk segera dilaporkan ke pimpinan KPK. Ia pun mengapresiasi seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras mengusut kasus ini.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni pidana 16 tahun penjara dan membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, majelis hakim mewajibkan Novanto membayar uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik. Jika menggunakan kurs rupiah tahun 2010, totalnya sekitar Rp 66 miliar. Majelis hakim juga mencabut hak politik Novanto selama lima tahun setelah selesai menjalani masa pidana. Hal itu sesuai tuntutan jaksa KPK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 3 =