DEPOK, KOMPAS.com – Direktur Utama First Travel Andika Surachman mengaku diintimidasi penyidik Bareskrim Polri setelah ditangkap pada Agustus 2017 lalu. Hal tersebut disampaikan saat hakim bertanya apakah keterangan di berita acara pemeriksaan sudah sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Dalam sidang, Andika membantah sebagian isi BAP.

Intimidasi yang diterimanya berupa ancaman dan pemukulan oleh petugas yang memeriksanya. Bahkan, kata Andika, saat baru ditangkap, ia dan istrinya, Anniea Hasibuan ditempatkan di satu ruangan kecil dan diintimidasi setiap hari. Andika mengatakan, saat dibawa dari Kementerian Agama saja mereka mendapat perlakuan tak menyenangkan.

Tak hanya itu, Anniesa dituding membuat paspor dengan nama lain yang digunakan untuk pergi ke London. Andika juga meminta penyidik menunjukkan bukti yang dituduhkan pada mereka.  Hingga saat ini, Andika belum mengetahui penyebab dirinya beserta istri dan adik iparnya ditangkap hingga duduk di kursi pesakitan. Meski ada keterlambatan keberangkatan, Andika memastikan calon jemaahnya akan tetap bisa beribadah umrah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

47 − 42 =