JAKARTA, KOMPAS.com – Registrasi kartu SIM (sim card) diyakini akan menekan laporan fraud (penipuan) melalui perangkat telekomunikasi. Beberapa bentuk fraud, antara lain modus ‘Mama minta pulsa’, berpura-pura meminta tebusan bagi keluarga korban hingga penawaran hadiah dengan terlebih dahulu menebus sejumlah uang.

“Setiap hari itu kami menerima laporan fraud lewat ponsel. Alhamdulilah sekarang Kemenkominfo telah mewajibkan registrasi sim card,” ujar Kepala Unit II Subdirektorat II pada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Idam Wasiadi.

Polri sudah memprediksi para pelaku akan menggunakan modus berbeda, yakni menggunakan aplikasi Whatsapp, Lin, dan sejenisnya.  Meski demikian, Polri telah mempelajari modus baru para pelaku tersebut sehingga dapat melakukan upaya antisipasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 3