13 daerah di Indonesia gelar simulasi peringatan dini tsunami

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar simulasi sistem peringatan dini dan mitigasi tsunami yang melibatkan 13 daerah di Indonesia. BMKG berperan sebagai Pusat Peringatan Dini Tsunami Nasional yang bertanggung jawab menyebarkan informasi peringatan dini kepada para pemangku kepentingan untuk diteruskan kepada masyarakat.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan Daerah yang ikut simulasi yaitu Jakarta, Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Selatan, Sibolga, Nias, Pariaman, Padang, Pandeglang, Pangandaran, DI Yogyakarta.

Skenario yang digunakan untuk simulasi diawali dengan terjadi gempa berkekuatan 9,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Meulaboh Aceh Barat, lalu muncul peringatan dini tsunami.

Suasana di Tsunami Early Warning Center di BMKG tiba-tiba riuh dan semua petugas serius memonitor perkembangan gempa dan kemungkinan timbulnya tsunami.

Para petugas tampak sigap dan memahami apa yang harus dilakukan ketika permodelan menunjukkan gempa tersebut memicu tsunami. Setelah itu langsung dilakukan diseminasi informasi ke berbagai pihak terkait di daerah terdampak.

Dalam kegiatan itu juga hadir sejumlah pihak terkait sebagai pemantau antara lain dari BNPB, Komisi Penyiaran Indonesia, masyarakat peduli bencana dan lainnya.

Ketua Intergovernmental Coordination Group for Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System (ICG/IOTWMS) Andi Eka Sakya mengatakan simulasi dua tahunan yang telah dilakukan sejak 2009 tersebut sudah mengalami banyak kemajuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 69 = 70