Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) melaporkan pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Laporan tersebut terkait keputusan Bawaslu dalam mengusut kasus mahar politik yang disebut-sebut diberikan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Fiber menilai, Bawaslu tidak transparan dalam mengusut hingga menutup kasus tersebut. Bawaslu tidak mengejar seluruh keterangan yang terlibat dalam perkara. Bawaslu hanya fokus memeriksa keterangan pelapor beserta saksi saja, tetapi tidak memeriksa terlapor.

Bawaslu beralasan tidak mendapat keterangan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief yang menjadi saksi kunci dalam kasus tersebut. Andi tak memenuhi beberapa kali panggilan Bawaslu, kata Kuasa Hukum Fiber Zakir Rasyidin

Untuk itu, Fiber meminta DKPP untuk melakukan kajian terhadap putusan Bawaslu. Soal putusan Bawaslu yang menyatakan tidak menemukan indikasi adanya mahar politik, hal itu tak dapat diterima secara objektif.  Sebab, Andi Arief yang pertama kali mengungkap adanya mahar politik itu melalui Twitter, tidak mencabut cuitannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 8 =